Pesawaran (Lampost.co) - Musim kemarau yang berkepanjangan, berdampak bagi hasil panen para petani yang berada di Desa Sukaraja Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran.

Menurut Yudi (44), buruh tani yang menggarap lahan setengah hektar milik orang di kabupaten tersebut, tahun ini dirinya mengalami penurunan 20% dari hasil panennya.



"Kalau biasanya, dari lahan sawah setengah hektar saya bisa panen sampai 2 ton gabah, tapi karena suplai air berkurang saat ini saya hanya 1,5 ton saja, dan itupun saya harus berbagi dengan pemilik tanah," jelasnya. Senin, 9 September 2019.

Ia juga mengatakan, faktor lain dari menyusutnya hasil panen kali ini bukan hanya dikarenakan kurangnya suplai air tapi juga karena hama wereng menyerang lahan sawah yang ia olah.

"Kalau air Alhamdulillah sedikit sedikit masih tercukupi, tapi kan tetap beda mas komposisi air dari siringan dan air hujan, kalau kata kami vitaminnya tetap bagus air hujan," jelasnya.

"Kalau menghadapi hama wereng, kami para petani hanya menyemprotkan obat insektisida, dan itu pun kami memperolehnya dengan membeli sendiri," timpalnya.

Ia berharap kepada Pemkab Pesawaran, agar dapat membenahi aliran air yang ada di areal persawahan di Desa Sukaraja.

"Kalau bisakan di talud mas galengan air ini, jadi selain kelihatan rapih, hal itu juga bisa mempelancar para petani dalam mengairi sawahnya," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Edi (40). Menurutnya, perolehan panen tahun ini menurun sangat signifikan, karena kurangnya asupan air yang diterima oleh padi.

"Walaupun sawah saya belum panen, tapi sudah terlihat mas, hasil panennya tidak seperti tahun sebelumnya. Banyak biji padi kopong, karena kurangnya air yang diterima," tutupnya.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR