KALIANDA (Lampost.co) -- Sekitar 800 hektare dari 1.634 hektare  tanaman padi umur 15 sampai 40 hari yang tersebar pada 17 desa se -Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan terancam kekeringan akibat kekurangan air.

Menurut pelaksana tugas Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) kecamatan Ketapang Herlan, luas tanaman padi di Kecamatan Ketapang pada musim gadu tahun 2018 mencapai 1.634 hektare. Namun, sebagian petani di Desa Karangsari dan Sripendowo, Kemukus dan Sidoasih baru mulai tanam.



Namun belum ada ancaman gagal panen karena para petani masih mengupayakan mengairi sawah dengan memanfaatkan air pada aliran sungai atau embung.

“Ancaman kekeringan sifatnya masih ringan. Petani masih bisa mengairii sawah dengan air sungai dan embung.  Namun, beda jika kedua sumber air bagi petani sawah tadah hujan itu kering, maka hanya bisa berharap hujan turun dari langit, “ kata Herlan kepada Lampost co, Selasa (31/7/2018).

Ia memperkirakan ancaman kekeringan akan berkurang jika dibandingkan pada periode sebelumnya. “Sekarang sudah banyak petani yang membuat sumur bor mandiri. Sehingga ancaman gagal panen bisa diantisipasi,“ ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR