BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kemampuan penulisan proposal disertasi di kalangan mahasiswa doktoral perlu ditingkatkan. Disertasi disusun berdasar kaidah keilmuan, sejak dari proposal hingga publikasi hasil penelitian.
"Penelitian disertasi memiliki ciri sistematis, logis, empirik, reduktif, dan replikabel," kata guru besar Universitas Medan Area, Zulkarnain Lubis, pada Darmajaya Doctoral Bootcamp di Aula Pascasarjana Darmajaya, baru-baru ini. Kegiatan yang diikuti puluhan dosen itu diselenggarakan Lembaga Penelitian, Pengembangan Pembelajaran, dan Pengabdian Masyarakat (LP4M) Darmajaya.

Zulkarnain yang meraih gelar Ph.D dari Universiti Kebangsaan Malaysia itu menjelaskan sistematis adalah sesuai langkah prosedur penulisan. Empirik ialah pengambilan kesimpulan berdasarkan informasi atau data yang dikumpulkan. 
"Reduktif maksudnya data yang diambil atau diamati dari sejumlah sampel untuk menelaah hubungan yang lebih general," kata dia. Sementara replikabel, yakni proses penelitian tercatat dengan baik. 
Dengan terpenuhinya unsur-unsur tersebut memungkinkan pihak lain menguji temuan-temuan. Caranya bisa dengan dengan mengulang penelitian atau merancang penelitian lanjutannya.
Wakil Rektor Darmajaya, RZ Abdul Aziz, mengatakan studi lanjut S3 berbeda dengan S1 dan S2. "Studi S1 dan S2, mahasiswa masuk kuliah dulu. Di akhir semester baru membuat proposal penelitian," kata Aziz. Sementara pada S3 calon mahasiswa harus membuat proposal penelitian terlebih dahulu untuk diterima kuliah. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR