BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Sejumlah orang tua calon siswa yang diterima di SMAN 5 Bandar Lampung melalui jalur zonasi, kebingungan, karena sekolah melalui rekanan sudah melakukan pengukuran seragam sekolah dengan mengeluarkan sejumlah biaya.

Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya kepada lampost.co, Kamis (7/6/2018) mengatakan ia datang bersama putrinya berniat melihat hasil kelulusan sekolah jalur zonasi yang dibuka pada 4 -- 6 Juni kemarin. 



Akan tetapi setelah mengetahui putrinya lulus, menurut warga Way Halim Bandar Lampung itu, ia melihat sekumpulan orang berkerumun di salah satu ruang kelas mengisi formulir pemesanan seragam sekolah. 

"Saya kaget lihat banyak orang berkumpul, ternyata sekolah memfasilitasi siswa yang ingin memesan seragam sekolah dari salah satu penjahit dengan biaya yang sudah ditentukan," kata dia.

Kemudian, orang tua murid lainnya juga berkeluh kesah karena baru saja kelulusan SMA diumumkan, sekolah sudah memfasilitasi rekanannya membuka tempat pemesanan seragam sekolah.

Ia mengatakan, sebaiknya sekolah jangan dulu memfasilitasi penjahit menawarkan kepada calon siswa untuk memesan seragam sekolah, karena kebutuhan biaya hidup jelang hari raya masih diperlukan. 

"Seharusnya nanti saja menawarkan pembuatan seragam sekolah kepada calon siswa, walaupun sifatnya tidak dipaksakan. Sebaiknya menawarkan setelah hari raya saja, sekarang keperluan masih banyak," ujar dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR