JAKARTA (Lampost.co) -- Keluarga penumpang Lion Air PK-LQP JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang Senin (25/10) lalu meluapkan kekesalannya pada pihak maskapai yang dianggap tidak proaktif. Pemaparan tim evakuasi dan direksi Lion mengenai proses pencarian korban menimbulkan beragam respon dari pihak keluarga korban.

Di hadapan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kabasarnas Marsdya M Syaugi, dan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, keluarga penumpang menyampaikan kekecewaannya.



"Saya orangtua dari Johan Ramadhan. Saya mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya terutama Basarnas dan yang lain, tetapi tidak untuk Lion Air. Untuk Pak Rusdi Kirana saya anggap gagal," ujarnya di Ballroom Hotel Ibis, Cawang, Senin (5/11/2018).

Beberapa keluarga korban turut bersuara menyampaikan keluh-kesahnya selama proses pencarian korban.

"Saya sudah lelah menunggu selama delapan hari. Pihak Lion pun tidak memiliki koordinasi yang baik. Kita disuruh nunggu di sini. Nunggu apa?" ungkap istri dari Haryanto, salah satu penumpang pesawat Lion Air JT-610.

Selain itu, pihak Lion Air juga dianggap tidak aktif memberikan informasi kepada keluarga korban mengenai perkembangan yang terjadi di lapangan

"Saya sudah memberi nomor telepon saya kepada siapapun yang saya temui. Tapi mana? Tidak ada yang mengabarkan saya. Tahunya dari TV saja," lanjut istri Haryanto.

Satu minggu pascakejadian nahas menimpa pesawat Lion Air PK-LQP JT-610, baru empat belas korban yang berhasil diidentifikasi. Tim operasi evakuasi Lion Air memperpanjang proses pencarian hingga tiga hari ke depan.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR