KALIANDA (Lampost.co) -- Deni Saputra (18), babak belur dan berlumuran darah setelah dikeroyok sejumlah pemuda di Jalan P. Senopati, depan kolam renang Pelangi, Desa Karangasari, Jatiagung, Lampung Selatan.

Warga Perum Permata Asri, Blok E3 No.10, Desa Karangrejo, Jatiagung, Lampung Selatan, dilarikan ke RSUD Abdul Moeloek, setelah sebelumnya mendapat pertolongan pertama di Klinik Kosasih dan RS Advent.



"Anak saya ditusuk di bawah ketiak, punggung dan kepala belakangnya," ujar Diswanto Asnawi, Senin (3/9/2018).

Pengeroyokan yang nyaris merenggut nyawa anak lelakinya itu terjadi Minggu (26/8), sekitar pukul 02.00 dini hari. Saat itu Deni Saputra dalam perjalanan pulang, seusai membeli rokok di sebuah warung di Desa Karangsari.

Diswan berharap, aparat kepolisian segara menangkap para penganiaya yang mengakibatkan anaknya terluka tusuk dan babak belur.

Menurut Diswan, saat itu, Deni Saputra ke warung membeli rokok. Dalam perjalanan pulang, sepeda motor yang dikendarai Deni besenggolan dengan sepeda motor seorang pemuda berinisial DIM. Deni lalu menegur DIM. Namun secara tiba tiba pengendara itu memukul wajah Deni. Karena sakit Deni pun berusaha membalasnya. Tetapi tak lama kemudian datang sekitar enam pemuda yang diduga teman DIM, menghajar Deni hingga babak belur dan belumuran darah.

Sup (30), warga Babatan, Lampung Selatan yang kebetulan melintas di lokasi kejadian berhenti bermaksud melerai pengeroyokan itu. Tetapi Sup justru dibentak dan diancam menggunakan senjata tajam, diminta tidak ikut campur.

"Jadi Sup melihat siapa yang menusuk Deni karena dia sempat melerai, tapi malah diacam dengan senjata tajam," ujar seorang warga.

Kapolsek Jatuagung, Iptu Lukman Hakim, saat dikonfirmasi terkait pengeroyokan itu mengatakan, petugas masih memeriksa sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR