KALIANDA (Lampost.co) -- Keluarga HKA (5) balita di Desa Palasjaya, Kecamatan Palas Lampung Selatan, yang diduga tewas setelah divaksin imunisasi Measless Rubella (MR) menolak untuk dilakukan autopsi. Autopsi itu rencananya dilakukan untuk pembuktian penyebab kematiannya tersebut.

Kepala Desa Palasjaya, Sutaji mengatakan usai dimintai keterangan oleh kepolisian pihak keluarga menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazah HKA. Bahkan, penolakan autopsi itu tertuang didatas surat pernyataan yang ditandatangani pihak keluarga.



"Ya, sepertinya pihak keluarga sudah menerima peristiwa yang menimpa anaknya tersebut. Untuk pembuktian penyebab meninggalnya HKA harus di autopsi. Namun, pihak keluarga telah menolaknya," kata dia saat dihubungi Lampost.co, Rabu (12/9/2018).

Sementara itu, Kapolsek Palas Iptu Budi Purnomo mengatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan atas tewasnya HKA yang diduga setelah diberi vaksin imunisasi MR. Meski demikian, pihak pihak keluarga pun telah menolak untuk pembuktian dengan autopsi jenazah HKA.

"Ya, sebenarnya pihak keluarga belum membuat laporan secara resmi kepada kepolisian mengenai peristiwa tersebut. Disamping itu, pihak keluarganya pun telah menolak untuk melakukan autopsi jenazah HKA. Untuk selanjutnya masih menunggu penyelidikan dulu," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KOMDA KIPI) Lamsel, Riva Yulianto mengatakan ia menilai HKA meninggal dunia bukan dikarenakan dampak dari imunisasi MR. "Logikanya, jika satu botol vaksin diperuntukan untuk 10 anak, maka 9 anak yang lainnya akan mengalami gejala seperti yang dialami HKA," kata dia.

Riva mengatakan sebelum mendapatkan suntikan vaksin MR HKA telah mendapatkan screening dan telah dinyatakan sehat tanpa mengeluh sakit serta didampingi oleh orang tuanya. Untuk itu, pihaknya belum bisa menentukan penyebab pasti meninggalnya HKA.

"Kalau dilihat dari gejala demam dan muntah yang berkelanjutan kemungkinan HKA mengidap radang otak. Lantaran terlalu sering muntah menyebabkan dehidrasi. Meski demikian, kami juga akan melakukan pengkajian apa penyebab pastinya tewasnya HKA," kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Lamsel, Jimmy B Hutapea mengatakan meskipun ada peristiwa tewasnya HKA yang diduga setelah mendapatkan vaksin imunisasi MR di Kecamatan Palas, pihaknya tetap melanjutkan program imunisasi MR di Lampung Selatan.

"Kami akan masih menunggu fakta dari Tim KIPI. Jelas, ini tidak akan berpengaruh pada proses imunisasi MR di Lampung Selatan. Imunusasi akan tetap berjalan," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR