PRINGSEWU (Lampost.co) -- Kelompok Tani Sedio Makmur, Pekon Tritunggal Mulyo, Kecamatan Adiluwih, mulai merintis membuat pupuk organik sebanyak 30 ton.

Pembuatan pupuk organik juga di tinjau oleh anggota DPRD Pringsewu Bambang Kurniawan. Bahan dasar pupuk organik yang di butuhkan berupa kotoran sapi, abu sawit kemudian dicampur dengan dekomposer.



Ketua kelompok tani Sedio Makmur Tirun mengatakan kelompok tani di Kecamatan Adiluwih sedang membentuk komunitas pupuk organik bernama Adi Jaya. "Sejauh ini sudah ada 7 kelompok tani yang bergabung, dalam pembuatan pupuk organik. Badan hukum kelompok tani sedang dalam proses pengajuan," ujarnya, Senin (23/4/2018).

Terkait pengolahan pupuk organik (kompos), kata dia, baru pertama kali membuat pupuk kompos secara bersamaan, apalagi sebanyak 30 ton.

Dia menambahkan pupuk organik akan dipergunakan oleh anggota kelompok, jika memungkinkan sebagian akan di jual.

PPL Pekon Tri Tunggal Mulyo Teguh Susanto dan Tri Wahyuningsih menjelaskan, butuh waktu selama 21 hari untuk proses pembuatan pupuk organik. "Butuh 21 hari dalam melakukan fermentasi," ungkapnya.

Menurutnya pupuk organik yang sudah jadi biasanya bebas dari bau kotoran, komposnya saat di pegang terasa kering. "Kami sudah kirim sampelnya ke Dinas Pertanian untuk selanjutnya di cek ke laboratorium Universitas Lampung sehingga bisa diketahui kandungan pupuknya," ungkapnya.

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR