BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- BPJS Kesehatan terus berupaya mengajak masyarakat untuk membiasakan berolahraga dan menerapkan gaya hidup sehat. Tujuannya untuk menekan jumlah penderita penyakit katastropik di Indonesia.

Menurut Deputi Direksi Wilayah Banten Kalimantan Barat dan Lampung Fachrurrazi, tahun 2017, biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik telah mencapai Rp18,4 triliun atau 21,8% dari total biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan.



Oleh karena itu, BPJS Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan.

Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif perorangan peserta JKN-KIS bekerjasama dengan fasilitas kesehatan.

Kegiatan yang dilakukan dalam program Prolanis itu adalah konsultasi medis, edukasi, reminder melalui SMS Gateway, serta home visit.

Menurut dia, berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. "Kedepannya kami berharap kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat dapat meningkat dari waktu ke waktu,” kata Fachrurrazi.

Sampai dengan 20 Juli 2018, terdapat 199,8 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah menjadi peserta JKN-KIS. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.322 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.406 rumah sakit dan klinik utama, 1.599 apotek, dan 1.078 optik.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR