BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Saat patroli dan pemantauan Kota Bandar Lampung pada malam takbiran Kamis (14/6/2018), Kapolda Lampung Irjen. Suntana dan jajaran pejabat utama, beserta Forkompinda sempat singgah ke Bundaran Lungsir, masjid Al-Furqon.
Mendadak Suntana menyambangi keramaian di dekat air mancur landmark kota Bandar Lampung itu. Kapolda pun menyambangi seorang pedagang es potong yang biasa berjualan di Lungsir bernama Dedi (55) warga Bumiwaras.
Kapolda Langsung memborong seluruh es yang ia jajakan. "Semuanya 200 ribu pak," ujar Dedi pedangan es yang saat itu mengenakan Jaket berwarna merah tersebut.
Kemudian Kapolda pun langsung mengiyakan, dan membayar seluruh dagangannya. Kemudian, para warga langsung mengerubuti es potong tersebut.
"Nih 200 ribu, saya tambahin 100 ribu," ujar Kapolda.

Suntana juga meminta seorang pengamen cilik bernama Dika (11)  warga Gudangagen, Pesawahan, Telukbetung  Selatan untuk bernyanyi, dan Dika diberikan uang Rp100 ribu.
Kapolda  mengatakan pemantauan dan patroli kota Bandar Lampung dalam rangka menjaga Kamtibmas, hingga memastikan masyarakat merayakan takbiran dengan kondusif. Ia juga mengimbau para anak muda yang arak-arakan menaiki mobil bak sambil ke mengumandangkan takbir.
Kapolda beserta jajaran melakukan patroli dan mengunjungi Pospam Bambu Kuning,  dan Pospam Ramayana."Kami memastikan Bandar Lampung Aman," katanya.
Juga memastikan pencegahan kriminalitas pada operasi ketupat Krakatau 2018, hingga seterusnya, dengan mengusung Satgas Anti-Begal."Pastinya (red satgas) bergerak," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR