BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Obesitas atau kelebihan berat badan tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga terjadi pada anak-anak.

Ahli Gizi di Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Yulian Novika Juherman, mengatakan obesitas bisa terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan tinggi kalori dengan tidak diimbangi oleh pergerakan fisik yang sesuai. Ketika energi yang dihasilkan dari pembakaran kalori tersebut tidak terpakai, maka tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak. Seiring waktu, lemak ini akan terus bertumpuk dan terjadilah obesitas.



Menurutnya, usia dewasa lebih rentan terkena obesitas dibandingkan dengan anak-anak, hal itu disebabkan oleh hormon estrogen yang membantu kekebalan tubuh semakin berkurang,  terutama pada wanita menjelang monopuse.

"Semakin rentan saat usia dewasa lanjut karna penyakit-penyakit degeneratif sudah mulai dapat menyerang," kata dia, Selasa (4/9/2018).

Untuk mengatasi hal tersebut solusinya dengan mengurangi makan karbo, makan lauk cukup satu porsi sekali makan, serta tambah porsi sayur dan buah.

Pada dasarnya kebutuhan rata-rata kalori bagi wanita dewasa yang aktif secara fisik per hari adalah sekitar 2.000, sedangkan bagi pria dewasa yang juga aktif secara fisik adalah 2.500.

"Namun yang menjadi masalah adalah kebanyakan dari kita jarang bergerak. Entah disebabkan oleh pekerjaan yang mengikat, atau karena kita lebih suka mengisi waktu luang dengan bersantai, menonton tv, bermain atau tidur," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR