KALIANDA (Lampost.co)-- Jika musim kemarau terus berlangsung hingga Oktober mendatang, maka tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram diprediksi akan terus langka. Pasalnya, petani memanfaatkan tabung gas 3 kg itu untuk bahan bakar alternatif meain pompa air. 

Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Lampung Adi Chandra saat dihubungi Lampost.co, Selasa (14/8/2018), mengatakan dirinya khawatir bila musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Ia memprediksi kelangkaan gas elpiji semakin parah. 



"Prediksi BMKG bahwa kemarau akan berlangsung hingga Oktober. Sedangkan, hasil dari inspeksi mendadak (Sidak) kelapangan banyak dijumpai petani menggunakan tabung gas elpiji ukuran 3 kg sebagai bahan bakar alternatif untuk mesin pompa air," katanya. 

Adi menjelaskan semakin lama musim kemarau berlangsung, semakin meningkat juga permintaan konsumsi gas elpiji subsidi. Sebab, petani telah memodifikasi mesin pompa berbahan bakar tabung elpiji untuk menghemat biaya selama petani menyelamatkan tanaman padi yang kering. 

"Yang jelas, saat ini bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan. Petani menggunakan elpiji untuk kepentingan lain tentu menyalahi aturan. Tetapi secara kondisional hal itu harus dimaklumi karena urusan kehidupan. Saya rasa kurang tepat juga menyalahkan mengingat ini rakyat miskin yg sebenarnya harus ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Sekarang bagaimana harus dicarikan solusi membantu para petani sehingga tidak menggunakan elpiji 3 kg," ujarnya.

Adi mengatakan wilayah yang perlu diwaspadai soal kelangkaan gas elpiji selama kemarau yakni di daerah yang memiliki lahan persawahan yang luas. Bahkan, bisa saja merembet ke Kecamatan lainnya yang tidak memiliki lahan pertanian. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR