BANDAR LAMPUNG  (Lampost.co)-- Musyawarah Rencana Pembangunan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Lampung membahas pentingnya program padat karya di daerah rentan rawan pangan, yang masih memiliki masyarakat kurang gizi (stunting).

"Untuk mengantisipasi daerah-daerah tersebut perlu adanya komitmen yang kuat dalam penyusunan perencanaan program dan anggaran, baik di tingkat daerah maupun pusat," kata Pelaksana Tugas Asisten Pembangunan dan Kesra Setprov Lampung Taufik Hidayat, Kamis (29/3/2018).
Sehingga dapat tersusun perencanaan program dan anggaran yang tepat sasaran dan tujuan, sekaligus pada gilirannya dapat terwujud Lampung yang maju dan sejahtera, katanya.
Ia menjelaskan, tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah diharapkan dapat menyelaraskan program atau kegiatan ketahanan pangan pusat dan daerah dalam pencapaian prioritas nasional, maupun target pembangunan nasional tahun 2019.



Pada tahun 2017, lanjutnya, Lampung merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Sumatera setelah Provinsi Bangka Belitung dan Bengkulu.
Perekonomian Lampung dapat tumbuh ditopang semakin membaiknya kinerja konsumsi rumah tangga, serta mulai meningkatnya konsumsi pemerintah dan investasi. Secara sektoral, meningkatnya kinerja sektor pertanian, industri dan perdagangan menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi Lampung.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR