SUKADANA (Lampost.co) – Musim kemarau mulai menimbulkan dampak bagi petani di sejumlah wilayah Lamtim. Pasalnya sejumlah lahan petani di Kecamatan Pekalongan dan Purbolinggo, terutama yang jauh dari saluran irigasi tekhnis mulai mengalami kekeringan.

Seorang petani di Desa Kalibening, Kecamatan Pekalongan, Suwarno, kepada lampost.co, Sabtu (4/8/2018) mengatakan, para petani di desa tersebut sebelumnya berani menanam padi karena memang mengandalkan air dari saluran irigasi tekhnis yang melintas di desa itu.
Dengan mengandalkan air dari saluran irigasi tersebut maka petani berharap agar saat musim kemarau berlanjut seperti saat ini, lahan-lahan sawah tidak kekurangan air sehingga tanaman padi tetap dapat tumbuh dengan baik.Namun  volume air di dalam saluran irigasi terus menurun. 



Karena volume air dalam saluran irigasi menurun maka pasokan air ke lahan-lahan sawah juga ikut berkurang. Akibatnya lahan-lahan sawah yang terletak di pinggiran desa dan jauh dari saluran irigasi tidak mendapatkan air samasekali.

 Lahan-lahan sawah yang mengering dantanaman padinya sudah mati itu kemudian tidak lagi diurus oleh petani, sehingga rumput liar yang akhirnya tumbuh subur menggantikan tanaman padi. 

Hal senada juga diungkapkan Suripto,  petani di Desa Tanjung Inten, Kecamatan Purbolinggo.Menurut Suripto musim kemarau memang membawa dampak bagi petani. Apalagi khusus bagi petani yang memiliki lahan sawah di pinggiran desa kemudian  jauh dari saluran irigasi tekhnis. 

Lahan-lahan sawah tersebut pasti akan mengalami kekeringan, atau minimal sangat kekurangan air akibat musim kemarau ditambah pasokan air dari saluran irigasi yang volume airnya juga menurun dan tidak sampai ke lahan-lahan sawah tersebut.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR