KRUI (Lampost.co)--Menteri Pariwisata RI yang diwakili TPP Wisata Bahari, Dwisuryo Indroyono di dampingi Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal, membuka kejuaraan Surfing Competition Krui Pro 2019 QS3000 Men’s dan Women’s QS1000, Senin (29/4/2019), di Pantai Tanjung Setia Pekon Tanjungsetia, Kecamatan Pesisir Selatan. 

Bupati Pesisir Barat mengatakan Krui Pro kedepan akan dinaikan  menjadi QS6000. Prospek kejuaraan itu untuk Pesisir Barat sangat baik.  Atas nama masyarakat Pesisir Barat, pihaknya menyampaikan rasa bangga, atas terlaksananya kejuaraan surfing internasional Krui Pro tahun 2019 yang telah tercatat juga dalam 100 kalender of event Kemenpar. 
Menurutnya, ini membuktikan Pesisir Barat layak dijadikan tempat sebagai kejuaraan surfing pada event-event internasional yang lebih bergengsi.
Krui Pro 2019 Surfing Competition QS3000 Men’s dan Women’s QS1000 diikuti oleh 103 peserta pria dan 30 peserta wanita dari 24 negara.
“Pemkab Pesisir Barat kembali menggelar kejuaraan surfing internasional Krui Pro 2019 WSL QS3000 Men’s dan QS1000 Women’s yang telah mengalami peningkatan level dari kejuaraan pada tahun – tahun sebelumnya,” ungkap Bupati.
Bupati juga menyampaikan dalam kurun waktu satu tahun Pesisir Barat dikunjungi oleh wisatawan mancanegara mencapai 15.000 wisman.



Krui Pro 2019 merupakan kejuaraan resmi yang telah diakui internasional dengan diikuti para pesurfer dari berbagai negara di dunia. Karenanya kejuaraan surfing sangat wajar jika ditetapkan sebagai kompetisi internasional bergengsi, jelasnya.

Pembukaan Krui Pro 2019 ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Tim Penggerak Wisata Bahari, Dwisuryo Indroyono, didampingi Bupati, dan Staf Ahli Gubernur Lampung.

Setelah itu rombongan menuju pantai tempat digelar kejuaraan selancar tersebut yang berjarak sekitar 20 meter dari panggung lokasi pembukaan Krui Pro 2019.
 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR