BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri Bandar Lampung memastikan akan melakukan upaya banding terkait vonis 5 tahun terhadap terpidana kasus kepemilikan narkotika atas nama Michael Mulyadi. Hal ini diungkapkan Kepala Kejari Hentoro Dwi Cahyono.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Hentoro, tim Jaksa dari Kejari yang menyidangkan perkara tersebut menuntut Michael Mulyadi selama 10 tahun penjara, namun vonis yang diberikan Majelis Hakim lebih rendah dari tuntutan itu.



Kemudian, Jaksa membuat laporan TP44 putusan Jaksa ketika itu pikir-pikir. Selanjutnya karena perkara berasal dari Kejaksaan Tinggi pihaknya membuat laporan secara berjenjang. "Saran dari kami agar jaksa penuntut umum mengajukan banding karena putusan setengah dari tuntutan," kata Hentoro Dwi Cahyono.

Untuk memori banding, kata dia, belum diajukan, karena menurut dia masih menunggu tujuh hari setelah putusan dibacakan. "Belum kan nunggu 7 hari, nanti sebelum hari ketujuh kami menyatakan sikap banding baru kita buat memori bandingnya," kata dia.

Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, menjatuhkan pidana penjara terhadap Michael Mulyadi (33) selama lima tahun pidana. Hakim menilai Micahel terbukti bersalah lantaran menyimpan, dan menguasai narkotika.

Tidak hanya pidana penjara, Majelis Hakim yang diketuai Salman Alfarisi didampingi dua hakim anggota Ismail Hidayat dan Nirmala Dewita mengganjar Michael dengan pidana denda Rp1 miliar subsider 2 bulan.

Hakim dalam pertimbangannya menyatakan Michael terbukti melanggar Pasal 111 Ayat 1 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ia juga melanggar Pasal 62 UU Nomor 5/1997 tentang Psikotropika.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR