BANDARLAMPUNG (Lampost.co)--Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan, guna melakukan pengejaran dan penyekatan (jarkat) atas tiga pelaku lainnya, soal perampokan sales PT Sungai Budi, Bumi Waras, yang menjadi buronan.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum, AKBP Bobby Marpaung, melalui Kasubdit III Jatanras AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan, tiga pelaku lainnya diduga berasal dari Martapura Lampung Selatan, hal itu juga menegaskan kalau komplotan tersebut spesial curas lintas provinsi.
"Sudah kita minta bantuan Polda Sumsel untuk pengejaran. Karena pelaku ini berasal dari wilayah luar, dan sudah kita identifikasi," ujarnya kepada Lampost.co, Kamis (26/4/2018).
Saat ini pihaknya sudah memberikan data diri tiga pelaku yang sudah dikantongi. Polisi juga sudah menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Sayang, Ruli enggan membeberkan siapa saja tiga pelaku itu. Sebab pihaknya masih berupaya mengejar. Namun, ultimatum untuk menyerah diri juga sudah dikeluarkan oleh kepolisian. "Karena kemungkinan mereka punya LP (Laporan Polisi, red) juga di wilayah Sumsel," ujarnya.



Ditanya soal dua pelaku yang sudah tertangkap, John Kenedi dan Armawi dari pengakuan mereka memang kedua pelaku ini mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi yang sama. Namun, pihaknya belum mendalami dimana saja mereka beraksi melakukan peramokan itu karena masih dalam perawatan intensif di RS. Alimudin Umar akibat luka tembak. Dari pengakuan keduanya, mereka juga sudah merencakan aksi tersebut hingga membuntuti mobil yang dikendarai korban.
Pihaknya juga sudah memulangkan jenazah Ridho, pelaku yang tewas dalam baku tembak didalam hutan pegunungan Sulung, Sukau, Lampung Barat. "Sudah kita pulangkan jenazahnya ke keluarga pelaku," sambungnya. 

Sementara, Dirkrimum Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung juga  mengimbau agar masyarakat yang membawa uang banyak agar meminta pengawalan kepolisian. Sebab, dari hasil penyelidikan dan laporan korban pihaknya menyayangkan keduanya tidak melapor untuk meminta polisi dilakukan pengawalan. Kedua sales PT Sungai Budi Bumi Waras ini tidak meminta kepolisian untuk melakukan pengawalan. Padahal, keduanya membawa uang dalam nominal yang banyak. Ia mengatakan apabila dilakukan pengawalan

"Bagi masyarakat yang membawa uang dengan jumlah banyak silahkan lapor ke kepolisian terdekat untuk pengawalan. Tidak dipungut biaya," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR