BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi Lampung bersama-sama jajarannya menyelamatkan uang negara sebanyak Rp11,7 miliar dari tindak pidana korupsi.
Kajati Lampung Syafrudin mengatakan dia bersama jajarannya terus berupaya bergerak memberantas korupsi dan membentengi dari budaya dan perilaku korup.
"Kita dituntut untuk kokoh membentengi diri terhadap berbagai kebiasaan dan budaya yang tidak mendukung berjalannya penegakan hukum yang bersih dan bebas dari korupsi dalam bentuk penyalahgunaan kewenangan," kata Syafrudin saat upacara memperingati Hari Antikorupsi Internasional di depan kantor Kejaksaan Tinggi Lampung, Jumat (8/12/2017).
Menurutnya, setidaknya sudah ada uang negara yang diselamatkan Kejati dan 15 kejari dan cabjari seluruh Lampung, yakni sebesar Rp11,7 miliar. Penyelamatan uang negara yang paling tinggi adalah Kejaksaan Negeri Kalianda dengan Rp5,7 miliar.
Dana tersebut diperoleh berdasarkan hasil sejak penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan di pengadilan. Di posisi kedua, kata Kajati, adalah Kejaksaan Negeri Bandar Lampung dengan Rp4,6 miliar. Kemudian, tertinggi ketiga Kejaksaan Negeri Gunungsugih sebanyak Rp356 juta. Sementara uang kerugian negara dari hasil perdata dan tata usaha negara sebanyak Rp3,1 miliar.
Syafrudin menjelaskan uang kerugian negara tersebut melampaui target dalam satu tahun. Kejaksaan Tinggi Lampung, kata Syafrudin, kini melakukan penyidikan sebanyak enam kasus dan penuntutan sebanyak 17 perkara. Kemudian, disusul Kejari Bandar Lampung enam perkara di tingkat penyidikan dan 17 perkara di tingkat penuntutan.
Dia juga mengingatkan momentum Hari Antikorupsi harus dijadikan sebagai pengingat untuk bersama-sama meneguhkan komitmen selaku aparat penegak hukum yang memiliki tanggung jawab moral dan etika untuk tidak hanya menegakkan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam memberantas korupsi, tetapi juga menegakkan keadilan sebagai wujud turut serta menciptakan iklim yang kondusif. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR