Jakarta (Lampost.co) -- Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Ortus Holding, Ltd, Edward Seky Soeryadjaya sebagai tersangka. Edward diduga terlibat dalam kasus korupsi Pengelolaan Dana Pensiun (Dapen) PT Pertamina (Persero) Tahun Anggaran 2014-2015 khususnya dalam penempatan investasi saham SUGI.

"Menetapkan tersangka inisial ESS pekerjaan Direktur Ortus Holding, Ltd,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum, di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 1 November 2017.

Rum menuturkan, korupsi ini bermula ketika Edward yang juga pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy, Tbk dengan kode saham SUGI, berkenalan dengan Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina, Muhammad Helmi Kamal Lubis. 

Perkenalan itu dimaksudkan agar dana pensiun Pertamina membeli saham SUGI. Selanjutnya, Edward menginisiasi Helmi untuk melakukan pembelian saham SUGI total sejumlah 200 miliar lembar saham SUGI senilai Rp601.000.000.000 melalui PT Millenium Danatama Sekuritas.

Kemudian, atas permintaan Ortus Holding, Ltd, uang yang diterima oleh PT Millenium Danatama Sekuritas dari hasil transaksi penjualan saham SUGI Dana Pensiun Pertamina, dipergunakan untuk menyelesaikan pembayaran kewajiban pinjaman/kredit dari Ortus Holding, Ltd. 

Yakni, pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp51.739.571.543; pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp10.605.707.240. 

Kemudian, pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp52.650.325.000; pembayaran kewajiban Sunrise Aseet Grup Limited kepada Credit Suisse total sejumlah Rp29.260.000.140; dan pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI dari Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp461.431.732.175. 

Sehingga lanjut Rum, dari hasil pemeriksaan BPK, didapatkan nilai kerugian keuangan negara sebanyak Rp599.426.883.540. 

"ESS selaku Direktur Ortus Holding, Ltd telah turut serta dalam menikmati keuntungan yang diperoleh dari hasil pembelian saham SUGI yang dilakukan Muhammad Helmi Kamal Lubis," jelas Rum.

Akibat perbuatannya, Edward disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR