ADA satu objek wisata di Pesisir Barat, tepatnya di Pantai Labuhanjukung, Kecamatan Pesisir Tengah, yang selalu ramai dikunjungi warga. Ya, inilah rumah apung dengan segala panorama menarik yang menyuguhkan pandangan. Pada Sabtu (24/2) sore itu langit biru tampak indah dengan iringan awan putih yang bagai gumpalan kapas. Sinar sang surya telah condong ke barat bersiap menuju peraduannya. Perlahan seiring waktu semburat berwarna merah keemasan menampakkan wajahnya di ufuk cakrawala.

Deburan ombak disertai riuh rendah teriakan anak-anak yang bersorak-sorai kegirangan menambah kehangatan suasana. Mereka terjun ke laut dari atas bangunan dua tingkat tersebut. Di sudut yang lain, orang tua mereka terus mengawasi buah hatinya. Mulutnya terus bersuara dan tak jemu mengingatkan buah hatinya supaya tidak mandi di tempat yang dalam.



Puluhan bahkan ratusan warga mandi dan berenang di rumah apung adalah pemandangan yang bisa dijumpai setiap harinya. Makin sore tempat ini bertambah ramai karena banyaknya warga yang mandi di sini.

Teknisi rumah apung, Samsul Bahri, mengungkapkan rumah apung dengan ukuran delapan kali sepuluh meter tersebut dibangun setahun lalu dan selalu ramai dikunjungi wisatawan dan warga untuk mandi dan bermain.

"Saya merasa gembira dan bangga dengan banyaknya masyarakat memanfaatkan fasilitas ini. Setiap hari selalu ramai puluhan bahkan ratusan orang mandi di tempat ini, Jadi, enggak sia-sia kami bangun, sekarang menjadi salah satu objek wisata yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Gratis. Alhamdulillah kalau ini dapat bermanfaat untuk masyarakat," kata Samsul saat bertemu di lokasi itu, beberapa waktu lalu.

 

Berita

Ia menyayangkan adanya pemberitaan miring terkait pembangunan rumah apung tersebut. Menurut Samsul, objek ini dibangun atas dasar betapa pentingnya membuat suatu daya tarik wisata di Pesisir Barat yang terkenal dengan alam dan pantainya yang indah. Faktanya, terlepas dari pro dan kontra yang terjadi saat pembangunan rumah apung itu satu tahun lalu, tempat itu kini menjadi salah satu objek wisata yang selalu ramai dikunjungi masyarakat setiap hari.

"Saat ini kalau orang mandi dan berenang di Pantai Labuhanjukung, maka yang sering saya dengar, ‘Ayo mandi di rumah apung’. Bukan hanya sore hari, biasanya pagi hari usai subuh sampai terbit matahari banyak orang tua yang mandi di sini. Katanya sih untuk menghilangkan penyakit seperti reumatik, asam urat, dan lainnya."

Sementara bagi warga yang ingin memancing ikan ke tengah laut,  Samsul bersedia untuk mengantarkan mereka ke tengah laut dengan catatan kondisi cuaca baik.

"Kalau laut bagus, biasanya memang rumah apung ini kami tarik dan lepas di tengah laut. Saat seperti itu saya juga sering memancing, lumayan hasilnya gurita dan ikan lain. Kalau ada warga yang mau, boleh-boleh saja nanti kami antar," ujarnya.

Samsul juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga dan memelihara bangunan dua tingkat yang terbuat dari kayu dan dipasang banyak pelampung di bawahnya. Sebagai objek wisata rumah apung harus dirawat.

"Boleh bebas naik ke atas rumah apung bermain atau sekadar duduk duduk santai asal jangan dirusak," kata Samsul.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR