BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Masih membekas dalam ingatan Sungkemi (56) warga Sukaraja, Kota Bandar Lampung, betapa indah dan hijaunya Gunung Kunyit di tahun 1975.

Dalam ingatan pria itu, tidak hanya indah dan hijaunya Gunung Kunyit, banyak juga hewan seperti monyet dan berbagai jenis burung yang selalu berkicau di pagi hari.



"Gunung itu mulai dirusak sama ulah manusia. Tahun 1975 silam banyak jenis hewan, seperti monyet dan berbagai jenis burung selalu berkicau setiap pagi," kata Sungkemi di rumahnya, Rabu (28/11/2018).

Dia menjelaskan, sebelum dirusak oleh manusia, bahkan Gunung Kunyit dianggap berkeramat karena ada tempat bertapanya panglima bernama Muhammad Nur, berdasarkan keterangan kuncen Gunung Kunyit bernama Cek Hasan.

Dia menambahkan, awal Gunung Kunyit dirusak oleh manusia meng gunakan alat gali manual. Mulai dari bagian Barat, kemudian bagian Selatan, bagian Timur dan bagian Utara, bahkan sudah banyak memakan korban jiwa hingga puluhan orang.

"Dulu kaki gunungnya sampai ke tepi pantai, sekarang sudah rusak dan tidak seperti dulu,  tinggal kenangan. Bahkan gunung kuncen pernah bilang sama saya kalau Gunung Kunyit akan jadi rata," ujarnya.

Berdasarkan, pantauan Lampost.co terlihat para pekerja terus menggali Gunung Kunyit itu dan terlihat banyak kendaraan truk pengangkut batu berasal dari Gunung Kunyit lalu lalang.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR