SEJUMLAH penelitian menemukan perempuan hamil lebih banyak mengalami mimpi buruk dan mimpi yang lebih intens ketimbang mereka yang tidak hamil. Mimpi akan memburuk pada trimester terakhir kehamilan dengan mimpi lebih sering ketimbang sebelumnya.

Dalam jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, dari 406 perempuan hamil, usia 17 hingga 44 tahun, melaporkan mimpi buruk dua kali lebih sering daripada yang tidak hamil. Kehamilan, terutama trimester ketiga, adalah periode stres yang meningkat. Mungkin peningkatan stres pada siang hari bagi mereka yang hamil dapat menjelaskan mengapa mimpi buruk lebih sering terjadi selama kehamilan.



Penelitian dalam jurnal Sleep Medicine menemukan dari 57% perempuan hamil pada trimester terakhir, 32% di antaranya mengalami mimpi buruk mingguan dan 21% mengalami lebih dari sekali mimpi buruk per pekan. Naiknya tingkat progesteron pada trimester pertama dapat memicu insomnia, itu cukup umum. Biasanya situasi itu mereda pada 12—16 pekan kehamilan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR