BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Melihat dari lantai paling atas gedung yang semula tidak dimanfaatkan, kedai Loe-na hadir dengan konsep berbeda. Sajian desain klasik menjadikan tempat ini semakin asyik untuk kongko bersama kawan-kawan.

Memanfaatkan lantai paling atas gedung sebagai tempat nongkrong memang tengah marak di Bandar Lampung. Selain mengikuti momen menjamurnya wisata kuliner, kenyamanan dan keunikan tempat dianggap jadi pemantik kehadiran pengunjung.



Kedai Loe-na terletak di Jalan ZA Pagaralam, Bandar Lampung, tepat bersebelahan dengan kampus Umitra. Kedai yang banyak dikunjungi pelajar dan mahasiswa karena letaknya yang dekat dengan kampus.

Selain lokasi yang berada di ketinggian, kedai ini menjadi unik dengan beragam benda kuno sebagai pernak-pernik dan hiasan dindingnya.

Begitu menginjakkan kaki ke lantai III Apotek Rossa, pengunjung langsung disambut dengan sebuah kursi kayu dan sofa empuk. Di atas tangga, puluhan koper lawas terpasang rapi menyatu dengan tembok.

Pengunjung juga bakal menemukan beragam televisi dan radio zaman dulu alias jadul yang terpasang kokoh tepat di sebelah kanan tangga. Letaknya yang berdekatan dengan sofa membuat ornamen klasik itu terlihat lucu dan menarik.

"Konsep awalnya memang memanfaatkan lantai III yang tidak terpakai, kemudian untuk mempercantik ruangan, kami memberi aksen jadul," ujar penanggung jawab Kedai Loe-na, Liliana Prameswari, belum lama ini.

Kedai dengan konsep student corner itu juga memanfaatkan mebel dari serbuk kayu yang ditempelkan menjadi meja dan pintu bar. Meski terkesan klasik, ornamen satu ini cukup menarik perhatian pengunjung.

Sebagai pemanis, tepat di atas meja bar tertata dengan rapi lima teko antik dari bahan kaleng. Usangnya warna yang menandakan usia teko yang tidak baru justru memberi keindahan tersendiri. "Selain teko tua, kami juga memiliki mesin penggiling kopi zaman dulu yang dijadikan pemanis," kata Liliana.

 

Waktu Lama

Liliana menyebut untuk mendapatkan benda-benda klasik tersebut, dibutuhkan waktu cukup lama. Selain sudah tidak diproduksi, benda-benda klasik tersebut harus didatangkan dari luar kota. "Kebetulan saya juga suka koleksi, lumayan lama ngumpulinnya, banyak dapat dari pengepul langsung," kata dia.

Kedai Loe-na beroperasi mulai pukul 11.00—21.00. Kedai ini juga menyediakan ruang rapat yang letaknya berdekatan dengan meja bar.

Sebagai pemanis tembok, terpasang beragam lukisan mural dengan ornamen serbahitam dan putih. "Selain mural, kami juga menambahkan aneka ornamen, seperti jam dinding dan gerigi rantai sebagai hiasan dinding," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR