BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Usai menyuarakan aspirasi dan kecewa  pada pembacaan hasil keputusan sidang pelanggaran administrasi Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) di kantor Sentra Gakkumdu, Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) berencana akan mengepung rumah Arinal Djuanidi di Jalan Sultan Agung, Way Halim.

"Senin kita bakal kepung rumah Arinal Djunaidi," ujar koordinator aksi Rifki Indrawan saat berorasi di depan kantor Sentra Gakkumdu, Kamis (19/7/2018).



Menurut Rifki, dugaan politik uang nyata terlihat dan bukan bentuk aduan, seharusnya pada proses persidangan bisa benar-benar terbukti. "Kita juga bakal kepung kantor SGC," katanya.

Baca Juga:

Bawaslu Putuskan Arinal-Nunik Tak Langgar Administrasi

Usai melakukan orasi, aksi massa mundur dan menuju Tugu Adipura. Pemantauan lampost.co, situasi aksi berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan Kamtibmas.

Sekitar 2.200 personel Polda dan Polresta dari Sabhara, Satbrimobda, Satreskrim, dan jajaran personel lainnya turut berjaga.

Mobil Water Canon, pengurai masa (Raisa), dan kendaraan taktis lainnya, hingga anjing pelacak (K9) disiapkan, kendati aksi berjalan lancar.

Menanggapi rencana aksi massa yang hendak mengepung rumah Arinal, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan siap mengamankan kediaman Arinal, untuk memastikan hal yang tak diinginkan.

"Kalau sifatnya mengepung tidak diperbolehkan, kalau aksi boleh, jadi tak bisa diberi izin, kita siap amankan," ujarnya.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR