PRINGSEWU (Lampost.co)--Meninggalnya Fathurrahman (45), warga Kota Alam, Kotabumi, Lampung Utara, di lokasi tambang batu di Tambahrejo Kecamatan Gadingrejo, murni kelalaian atau kecelakaan. Peristiwa yang terjadi Rabu (21/3), pukul 16.30 itu korban sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi nyawanya tidak tertolong. Hal itu diungkapkan Kapolsek Gadingrejo AKP Sarwani di dampingi Kanit Reskrim  Aiptu  Tajudin, di ruang kerjanya,  Kamis (22/3/2018).

Sarwani menambahkan dari olah tempat kejadian perkara, meninggalnya Fathurrahman, disebabkan karena yang bersangkutan menahan truk miliknya BE9059 GG yang mundur bersama temanya Sidik. Anehnya, kata kapolsek, Fathurrahman sendiri menyuruh Sidik minggir, tetapi korban justru masih menahan mobilnya yang masih mundur. Karena beban berat, Fathurrahman terjepit bagian belakang mobil yang masih terparkir. Sesaat kemudian, korban di larikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak bisa di selamatkan.



“Malam itu juga korban dibawa ke Kotabumi. "Kemungkinan juga korban juga mengalami sesak nafas karena menahan beban berat,"  ungkap Kapolsek Gading AKP Sarwani di dampingi Kanit Reskrim Aiptu. Tajudin.

Dia menambahkan korban adalah kakak ipar pemilik tambang , tetapi saat kejadian bukan dalam kapasitas sedang bekerja. "Aktivitas saat itu sedang tidak ada kegiatan penambangan,” ungkap kapolsek.

Kapolsek menilai peristiwa itu murni kecelakaan, apalagi truknya juga milik korban. Jadi kalau mau di pidanakan ya korban itu sendiri. Sebab peristiwa itu di sebabkan saat korban memakirkan truknya lupa memasukan rem tangan, sehingga truk mundur.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR