BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Pepohonan di Taman Kupu-kupu Gita Persada berbaris rimbun. Teduh dan sejuk. Di taman yang berada di Ja­lan Wan Abdurrahman, Kemiling, Bandar Lampung, itu terdapat sebuah pondokan dari kayu. Meja dan kursinya juga terbuat dari kayu.
Kayu tersebut tidak tersentuh ukiran maupun cat. Gaya alami benar-benar ditonjolkan. Pondokan tersebut biasanya digunakan sebagai tempat rapat atau ruang istirahat. Di sebelah kiri pintu gerbang tampak jelas potongan gambar kupu-kupu yang terbuat dari seng. Dicat warna-warni dengan berbagai ukuran, mulai dari kecil, sedang, hingga besar.
Gambar tersebut menempel di beberapa pohon, di antaranya maja dan bunga sepatu. Keindahan tersebut mendorong pengunjung menyempurnakan kedatangannya ke tempat itu dengan berfoto. Pengelola taman juga menyiapkan sebuah kupu-kupu berukuran besar, sekitar 50 cm. Lengkap dengan tempat duduk di bawahnya. Ini jadi salah satu objek favorit pengunjung untuk foto. Masih di bagian kiri gerbang, terdapat tempat ber­main, seperti ayunan dan perosotan.
Di taman seluas 4,8 hektare yang berdiri sejak 1997 itu, pengun­jung juga bisa menikmati pemandangan kebun bunga dari ke­jauhan. Kebun tersebut dijadikan tempat konservasi kupu-kupu.
Tidak jauh dari area bermain anak itu terdapat sebuah rumah panggung yang berukuran 2 x 2 m2 dari bambu. “Area bermain itu dibuat agar anak-anak tidak bosan. Ada nilai edukasi serta hiburannya,” kata pemilik Taman Kupu-kupu Gita Persada, Her­awati, beberapa waktu lalu.
Di tangan dingin Herawati, kupu-kupu yang semula hanya tujuh spesies, kini bertambah menjadi 184 spesies kupu-kupu Sumatera. Untuk menemukan spesies baru, yang dilakukan adalah menemukan pakan baru. Itulah kunci utama konservasi. “Begitu ketemu langsung perbanyak, baru kemudian kupu-kupu akan datang,” ujar Herawati.

 



 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR