LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 14 November
5653
LAMPUNG POST | Kebun Sawit dan Nanas Hambat Penyelesaian JTTS
Proyek JTTS di Lematang, Sabahbalau, Lampung Selatan, beberapa waktu lalu. Presiden Joko Widodo direncanakan meresmikan dua ruas JTTS sepanjang 5 kilometer di Bakauheni dan Sabahbalau, pada 15 Desember 2017 mendatang. LAMPUNG POST/IKHSAN DNS

Kebun Sawit dan Nanas Hambat Penyelesaian JTTS

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Dua ruas jalan tol trans-Sumatera (JTTS) sepanjang 5 kilometer yang berada di Bakauheni dan Sabahbalau, Lampung Selatan, direncanakan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 15 Desember 2017 mendatang. Namun, penyelesaian jalan tol sepanjang 252 kilometer tersebut masih menghadapi kendala pembebasan lahan.
Dari 8% pembebasan yang tersisa, masih terdapat 2% yang belum diproses, sementara 6% lainnya terus diupayakan untuk dilakukan ganti rugi. "Kendala kami masih pembebasan lahan. Di pengadilan juga masih berlarut-larut dan belum selesai. Begitu pula untuk sektor Terbanggibesar—Pematangpanggang, pembebasan lahannya masih terganjal yang sebagian besar milik perusahaan sawit dan nanas. Namun, kami tetap optimistis bisa menyelesaikannya sesuai target pada Juni 2018," ujar administrasi kontrol PT Waskita Karya TBK, Ridwan Abduh, Selasa (14/11/2017).
Sekretaris Provinsi Lampung Sutono pun mengakui masih terdapat bagian pekerjaan yang belum rampung karena masih adanya pembebasan lahan yang tersisa 8% yang belum selesai diproses. "Ini belum bisa seluruhnya, karena masih ada beberapa daerah yang belum selesai. Namun, kami tetap optimistis menjelang Asian Games selesai semuanya. Kami juga terus mempercepat pembebasan lahannya agar berjalan lancar dan cepat selesai," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan berdasarkan hasil rapat Pemerintah Provinsi dan kabupaten bersama tiga kementerian di Jakarta, beberapa waktu lalu, dijadwalkan dua ruas JTTS Bakauheni—Terbanggibesar akan diresmikan presiden pada 15 Desember 2017. Hal itu dilakukan setelah Pemerintah Pusat menilai perkembangan pembangunan JTTS semakin membaik dan mendekati 100% penyelesaian. "Diresmikan Sektor I, yaitu jalur tol dari pelabuhan dan Sabahbalau mungkin 15 Desember 2017," kata Sutono, beberapa waktu lalu.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pun mengakui permasalahan pembebasan lahan masih menjadi rintangan terbesar dalam pengerjaan proyek tol trans-Sumatera. Namun, pemerintah lebih mendorong langkah dialog dengan warga terdampak sebelum memakai mekanisme penyelesaian melalui jalur hukum.
Asdep Transportasi Multimoda Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tulus Hutagalung telah mengimbau pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, menempuh jalan persuasif kepada warga yang tanahnya akan dilalui jalur tol trans-Sumatera. “Seperti sosialisasi, penyampaian kebijakan, berunding dengan warga, serta memberikan penyadaran bahwa proyek yang sedang dikerjakan adalah untuk kepentingan bersama,” ujar Tulus dalam keterangan resmi, Senin (13/11/2017).

LAMPUNG POST
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv