LIWA (Lampost.co) -- Pengembangan dan pembangunan Kawasan Kebun Raya Liwa (KRL) hingga tahun 2024 mendatang masih membutuhkan dana sebesar Rp118,9 miliar.

Kepala UTPD KR Liwa Sukimin menjelaskan, tahun ini dana yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian PU dan PR maupun LIPI mencapai Rp9,5 miliar. Dana itu akan diperuntukan bagi pelaksanaan pembangunan jalan dua jalur dalam kawasan KR Liwa. Kemudian pembuatan jembatan dalam kawaan KR dan pembangunan plaza. 



"Pembangunan akan dilaksanakan secara langsung oleh pihak Kementerian PU dan PR yang prosesnya saat ini sedang dalam tahap persiapan. Hingga 2024 Pembangunan Ditanggung APBN," ujarnya, Kamis (17/5/2018).

Berdasarkan perubahan MoU yang telah ditandatangani pihak LIPI-Kementerian PU dan PR terkait pengembangan kawasan KR pada Maret lalu, kata Sukimin, maka pelaksanaaan pengembangan pembangunan dalam kawasan KR Liwa hingga 2024 mendatang akan dialokasikan pemerintah pusat melalui LIPI dan Kementerian PU dan PR.

"Dalam MoU itu juga disebutkan bahwa KR perkotaan dan KR non perkotaan mendapat hak pembangunan yang sama dari pemerintah pusat, artinya tidak ada lagi perbedaan hak pelaksanaan pembangunan antara KR perkotaan dengan non perkotaan," tambahnya. 

 

PENULIS

Eliyah

TAGS


KOMENTAR