BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Senin (12/11/2018) pagi, cuaca di sekitar Jalan Sultan Agung, Wayhalim, Kota Bandar Lampung cerah berawan. Terlihat seorang pemulung bernama Abu (30) warga Jalan Nusantara VI, Labuhanratu,  Kota Bandar Lampung.

Lalu lalang kendaraan di perempatan Jalan Sultan Agung - Ki Maja mengiringi langkah Abu mengais sampah di dua jalur jalan itu.



Di gerobak sampah yang dibawa pria itu terlihat tulisan "Apapun Pekerjaannya Yang Penting Berkah" pada bagian belakang. Kemudian, disamping kanan dan kiri gerobak sampahnya terlihat juga tulisan "NKRI, Allah Maha Tau" dan bendera merah putih.

Abu mengatakan, bahwa dirinya bekerja sebagai pemulung mencari barang bekas khususnya di Jalan Sultan Agung-Ki Maja, telah berjalan selama 3 tahun. "Sudah kurang lebih tiga tahun, bekerja mencari sampah atau pemulung di Jalan Ki Maja dan Sultan Agung. Berangkat setelah salat subuh," kata Abu, Senin (12/11/2018).

Dia menjelaskan, sebelum bekerja sebagai pemulung, dia sempat berjualan koran atau loper koran di perempatan Unila. "Sebelumnya, saya sempat jualan koran di perempatan Unila selama kurang lebih empat tahun. Iya cukuplah buat kebutuhan dan bayar kontrakan," ujarnya.

Dia menambahkan, bahkan dia sampai pisah dengan istri dan anaknya karena dia beralih bekerja sebagai pemulung sampah di Jalan Sultan Agung-Ki Maja.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR