PRINGSEWU (Lampost.co)--Bupati Kabupaten Pringsewu, Sujadi Sadat, mengharapkan adanya Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) yang sudah dibentuk dapat memperkecil terjadinya penyimpangan khususnya di Kabupaten Pringsewu.
"Diyakini dengan cara membangun sistem pencegahan, pemberantasan, maupun koordinasi terhadap adanya kemungkinan praktik pungli tersebut, maka akan mengurangi penyimpangan,"ujar Sujadi, saat membuka Sosialisasi Saber Pungli tingkat Kabupaten Pringsewu, di Aula Pemkab setempat, Selasa (14/11/2017).
Kegiatan digelar oleh Inspektorat Kabupaten setempat, diikuti sekitar 250 peserta meliputi para kepala OPD dan jajahannya, dengan menghadirkan jajarani Kodim 0424 Tanggamus, Polres Tanggamus, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri serta Ketua DPRD Pringsewu.
Sujadi juga mengharapkan keberadaan Satgas Saber Pungli tersebut dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih, jujur dan adil guna peningkatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semangat pemberantasan Saber Pungli, kata Bupati, bukan hanya faktor jumlah kerugian negara yang diakibatkan, tapi lebih pada faktor kebiasaan-kebiasaan yang tidak jujur, oleh karena itu harus dihilangkan, katanya.
Sujadi mengimbau kepada semua jajaran aparatur pemerintah kabupaten Pringsewu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi tanpa adanya pungutan dalam bentuk apapun."Saya juga berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu berperan aktif dengan melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila ada oknum aparatur yang melakukan pungli,"ujar Sujadi.



Ketua Saber Pungli kabupaten Pringsewu, Budiman, yang juga Sekkab Pringsewu, mengatakan Satgas Saber Pungli Kabupaten Pringsewu ini dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Kabupaten Pringsewu No.B/66/KPTS/U.15/2017 tanggal 3 Januari 2017 yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Republik Indonesia No.87  tahun 2016 tentang Saber Pungli.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR