LIWA (Lampost.co) -- Sebagian besar meja dan kursi belajar milik SMPN 1 Liwa, Lampung Barat memprihatinkan. Pasalnya kondisinya umumnya sudah rusak.

Pantauan Lampost.co, sebagian besar meja dan kursi belajar di ruang belajar di sekolah itu terlihat sudah usang karena sudah dimakan usia. Bahkan ada yang sudah patah tapi ditambal terutama dibagian sandaranya. Keberadaan meja belajarnya terlihat seperti dimakan rayap.



Bahkan sehari sebelum pelaksanaan test penerimaan siswa baru pekan lalu, pihak sekolah mengaku terpaksa kerja keras memperbaiki sejumlah kursi siswa yang sudah reyot itu dengan cara memakunya kembali agar kursi itu kuat ketika digunakan untuk siswa yang mau test PSB. Sejumlah kursi yang sudah tidak memiliki sandaran ditambal.

Kepala SMPN 1 Liwa Budi Santoso, Minggu (15/7), mengakui keberadaan sebagian besar kursi dan meja belajar telah rusak bahkan banyak yang sudah tidak bisa digunakan lagi karena sudah rusak akibat dimakan usia.

Pihaknya sudah mengusulkan kepada Pemkab melalui Dinas Pendidikan. Namun untuk tahun ini informasinya dialokasikan milber hanya untuk dua rombongan belajar saja.

Padahal jumlah ruangan belajar di SMPN 1 Liwa ini mencapai 9 rombongan belajar/kelas dimana kelas VII sebanyak 9 rombongan belajar, kelas VIII 9 rombongan belajar  demikian juga untuk kelas lX-nya. Setiap rombongan belajar terdiri 30-32 siswa.

Minimnya kursi akibat banyak kursi yang sudah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi, kata Budi, tahun lalu saat penerimaan siswa baru pihak sekolah terpaksa meminta sumbangan kursi plastik darinwali murid akibat kekurangan kursi.

"Tahun lalu terdapat sekitar 30 kursi plastik yang disumbangkan walimurid," kata Budi.

Budi mengaku, meja dan kursi pelajar itu rusak karena sudah tua. Hak itu dilihat dari penampilanya yang sudah banyak dimakan rayap dan sudah usang.

"Soal kursi dan meja itu hasil pengadaan tahun berapa, itu sudah tidak jelas tapi kondisinya memang sudah tidak layak pakai lagi dan sudah selayaknya diganti dengan yang baru," kata Kepsek yang baru bertugas sebagai Kepsek SMPN 1 Liwa pada Maret lalu itu.

Pihaknya berharap agar Pemkab melalui Dinas Pendidikan untuk dapat mendukung program belajar dan mengajar dengan mengalokasikan pengadaan mibler untuk kenyamanan belajar bagi para siswa kedepan.

"Sebab bagaimana siswanya bisa duduk belajar dengan nyaman kalau tempat duduknya saja sudah reyot," kata Budi.

Pada prinsipnya lanjutnya, pihaknya sebagai Kepsek bersama rekan guru di sekolah ini memiliki keinginan besar untuk memajukan pendidikanya, meningkatkan prestasi anak didik, baik dibidang akademiknya maupun bakat minat siswanya.

Untuk mencapai upaya tersebut, lanjutnya, maka perlu adanya dukungan fasilitas belajar dan mengajar itu sendiri terutama fasilitas miblernya.

Ditempat terpisah Kadis Pendidikan Lambar Bulki saat diminta komentarnya mengaku, dalam waktu dekat ini akan segera melihat secara langsung kondisi mibler di sekolah tersebut.

"Hal ini akan menjadi perhatian kami kedepan," kata Bulki.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR