KOTABUMI (Lampost.co) -- Dengan kondisi curah hujan yang sudah mulai jarang, sementara debit air sungai Way Sempayau yang membelah Desa Sido Mukti, Kecamatan Abung Timur, berada di posisi bawah sawah tadah hujan milik warga desa, keberadaan embung untuk menampung air hujan menjadi harapan bagi para petani untuk mendorong peningkatan hasil panen padi.

Ketua kelompok tani (Poktan) Sempayau Mukti, Desa Sido Mukti,  Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, Sugeng Wibowo saat ditemui di ruang Dinas Pertanian (Distan) Lampura, Jumat (6/7/2018) mengatakan dikelompoknya, ada sekitar 5 hektare (ha) sawah tadah hujan yang mengandalkan siraman air hujan untuk menanam padi.



Rata-rata, dalam setahun, penanaman padi hanya dapat dilakukan sekali. Dengan adanya embung untuk menampung kelebihan air hujan, maka cadangan air tersedia sehingga sawah tadah hujan dikelompoknya masih mendapat jatah air saat kemarau dan penanamaan padi dapat dilakukan dua kali selama setahun.

Selain itu, bila cadangan air di embung melimpah, maka luas baku sawah tadah hujan di wilayah dimungkinkan akan bertambah.

Untuk pembangunan, pihaknya saat ini telah mengajukan usulan ke dinas terkait, yakni Dinas Pertanian Lampura dan untuk lokasi embung telah disiapkan tanah hibah warga seluas 2.500 meter persegi.

"Keberadaan embung sangat berharga bagi kami. Sebab, fungsi embung bukan hanya sebatas wadah untuk menampung air hujan tapi juga akan mengangkat derajad kesejahteraan petani yang ada di wilayah desa," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR