BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Kondisi keamanan pangan dinilai memiliki peran penting untuk bersaing dalam perdagangan di pasar global. Sebab, bahan makanan yang tercampur residu pertisida daN mengandung formalin memiliki nilai negatif bagi konsumen dunia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung, Kusnardi menjelaskan konsumen saat ini dan mendatang pada umumnya menuntut mutu dan keamanan pangan yang baik. Terlebih, bagi pedagang besar yang bersaing ditengah pasar global perlu memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi segar.



"Kesadaran terhadap pentingnya keamanan pangan pun semakin meningkat di masyarakat," kata Kusnardi dalam bimbingan teknis peningkatan kapasitas petugas pengambil contoh di Hotel Kurnia, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, kondisi keamanan pangan di Lampung saat masih masih mengkhawatirkan. Sebab, masih kerap ditemukannya buahan dan sayuran yang mengandung formalin serta residu pestisida.  Kemudian pada pangan terdapat kemasan yang telah kadaluarsa dan tidak ada izin edarnya.  

Ia menambahkan, pada jajanan anak sekolah bahkan mengandung pewarna tekstil rhodamin B dan boraks.

"Untuk menjamin mutu pangan itu diperlukan pengujian mutu dan keamanan sarana di laboratorium. Untuk menjamin objektivitasnya diambil mewakili populasi agar contoh yang diambil dapat dijamin keterwakilannya bersama petugas pengambil contoh yang berkompeten," ujarnya.

 

 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR