BULAN puasa 2018 sudah memasuki pekan pertama. Sekitar dua—tiga pekan lagi puluhan juta penduduk negeri ini akan menggelar tradisi tahunan, yakni mudik Lebaran. Inilah momentum indah ketika seluruh anggota keluarga berkumpul kembali dan saling bersilaturahmi.

Masih satu paket dengan mudik Lebaran, tradisi itu akan dilanjutkan dengan mengunjungi objek wisata. Lazimnya objek wisata mulai diserbu pengunjung pada Lebaran hari ketiga. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, destinasi wisata di Lampung yang paling ramai dikunjungi masih di sepanjang Teluk Lampung, mulai dari Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, hingga Pesisir Barat. Wisatawan tidak hanya datang dari Lampung, tetapi juga dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Ini membuktikan Lampung termasuk provinsi paling menarik sebagai tujuan wisata.



Dari segi kuantitas, jumlah wisatawan yang masuk Lampung meningkat. Untuk periode Januari—Desember 2017 kunjungan wisatawan lokal ke Lampung sebanyak 11.734.804 orang, atau di peringkat 10 nasional mengalahkan Bali di posisi 11 dengan 10 juta wisatawan lokal.

Data tersebut berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata dan PT Telkom dengan teknik lalu lintas pergerakan wisatawan melalui telepon seluler. Sementara jumlah wisatawan mancanegara sejak 2016—2017 berada di kisaran 110 ribu—155 ribu orang.

Data tersebut memperlihatkan pemerintah daerah dan kalangan swasta berhasil menjadikan Lampung sebagai destinasi wisata baru di Tanah Air. Upaya menarik masuk wisatawan mancanegara memang perlu dilakukan, tetapi fokus utama tetap pada wisatawan lokal. Terlebih zaman makin maju dan ekonomi makin berkembang. Kebutuhan manusia tidak sebatas sandang, pangan, dan pendidikan, tetapi kian meluas pada kebutuhan lain semisal berwisata.

Tidak bisa disangkal, ramainya wisatawan lokal membuktikan tingkat kemakmuran negeri ini makin baik. Orang yang menyebutkan negeri ini makin miskin dan hidup makin sulit mungkin para pemalas yang sedang mengigau.

Tren puncak kunjungan wisatawan akan terjadi usai Lebaran nanti. Inilah masa panen raya bagi pengelola lokasi wisata. Pemasukan tidak hanya bersumber dari tiket masuk, tetapi juga penyediaan fasilitas lain, seperti sewa pondok, tikar, perahu, toilet, dan para pemilik warung.

Dalam situasi ramai pengunjung, hendaknya pengelola tempat wisata tetap menjadikan faktor keamanan dan keselamatan pengunjung di peringkat nomor satu. Seluruh bangunan di lokasi wisata harus benar-benar kokoh.

Selain itu, semua perangkat berikut petugas penyelamat harus siaga menjaga pengunjung. Masih ada waktu tiga pekan untuk persiapan itu. Semua jelas berharap libur Idulfitri 2018 membawa kesan yang baik bagi seluruh wisatawan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR