BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Dalam semangat persahabatan, Vidi Aldiano dan Vadi Akbar terlibat dalam proyek kolaborasi musik dengan Erwin Gutawa dalam pembuatan sebuah karya duet yang bertajuk "Tribute to S. Darsih Kissowo" di Wina, Austria, pada 16 Juni 2019 lalu.  
 
Dalam karya kolaborasi  ini, Erwin Gutawa  memproduksi ulang lagu2 penyanyi keroncong Darsih Kissowo dalam aranseme orkestra yg dimainkan oleh Vienna SynchronStage Orchestra dengan konduktor Johannes Vogel. 
 
Almarhumah S. Darsih Kissowo adalah Eyang Vidi dan Vadi, penyanyi pop belia yang terkenal di tanah air. Ia adalah penyanyi keroncong terkenal pada masanya dan pernah menjadi juara Bintang Radio Keroncong  Nasional tahun 1959 dan 1960. Dalam proyek musik kolaborasi ini vokal Eyang Darsih Kissowo akan direkam ulang dan digabungkan dengan vokal kedua cucu nya, diiringi oleh Vienna SynchronStage Orchestra yg di arransemen oleh Erwin Gutawa. 
 
"Saya menemukan empat file vokal Ibu saya. Setelah diskusi dengan Erwin Gutawa, jadilah ide untuk menggabungkan suara Almarhumah Eyang S. Darsih Kissowo dengan kedua cucunya yaitu Vidi dan Vadi di iringi oleh Vienna SynchronStage Orchestra," ujar Harry Kiss yang menggarap project ini bersama Gita Gutawa. 
 
Dubes RI untuk Austria, Darmansyah Djumala, diplomat pecinta musik yang berkomitmen menggunakan seni, musik dan budaya sebagai instrumen diplomasi, menyambut baik inisiatif Harry Kiss tersebut. 
 
"Bila beberapa hari yang lalu kita menyaksikan pertunjukan konser Ethnochestra (konser orkestra klasik bernuansa etnik) memukau penonton di Wiener Konzerthaus, kali ini kita akan sajikan kemegahan  musik keroncong yg dimainkan dalam ramuan musik orkestra. Kolaborasi musik spt ini dapat menjadi jembatan yang mempererat persahabatan antara kedua bangsa dan negara, sekaligus menjadi stimulus pengembangan industri kreatif Indonesia" ujar Dubes Djumala, Selasa (18/6/2019). 
 
Empat lagu yg akan di buat antara lain, Lagu Keroncong Tanah Airku, Dibawah Sinar Bulan Purnama, Juwita Malam, dan  Sepasang Mata Bola. 
 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR