BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Peneliti Hukum Universitas Lampung, Yusdianto menilai perkara suap atau penerimaan uang dari fee proyek yang dilakukan Bupati Nonaktif Kabupaten Lampung Selatan, Zainudin Hasan, merupakan kejahatan yang memonopoli. Menurut Yusdianto, Zainudin Hasan berperan disemua lini.
 
Selaku kepala daerah kata Yusdianto, Zainudin Hasan melakukan penyala guna anggaran untuk memperkaya dirinya sendiri selaku pejabat tertinggi didaerah tersebut. Hal berikutnya ada aspek menerima suap dari rekanan dan orang kain yang mengalir langsung kepada kepala daerah.

"Kalau saya lihat disini ada monopoli kekuasan yang cukup signifikan yang dilakukan kepala daerah bersama kroni-kroninya dalam hal tindak pidana korupsi. Dia sendiri yang mendorong kroninya untuk melakukan tindak pidana secara bersama-sama," kata Yusdianto.
 
Mengenai hukuman yang akan dikenakan terhadap terdakwa kata Yusdianto, penegak hukum jangan terfokus pada pengembalian kerugian negara namun lebih memfokuskan pada hukuman badan (penjara) yang diperberat, karena untuk menjelaskan pada pejabat yang lain bahwa KPK tidak main-main dalam memberikan hukuman terhadap pelaku korupsi.



 

 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR