PRINGSEWU (Lampost.co)--Tim penyidik Polres Tanggamus melimpahkan berkas perkara pelaku inses atas nama YG (16) pada Jumat (8/3/2019) ke Kejaksaam. Pelimpahan berkas anak berurusan dengan hukum itu diterima tim penyidik kejaksaan Negeri Pringsewu.

Menurut Plh. Kasi Pidum Kejari Pringsewu, Lilik Septriyana, bersama Kasi Intelejen, Bayu Wibawanto, di ruang kerjanya pelaku tiba di Kejaksaan sekitar pukul 11.30 dengan di dampingi oleh pegawai Bapas karena masih di bawah umur.



Lilik menembahkan, kasus ini awalnya ditangani Polsek Sukoharjo,  namun karema menjadi kasus nasional akhirnya dilimpahkan ke Polres Tanggamus. "Jadi  yang melimpahkan berkas adalah Polres Tanggamus," ungkapnya.
YG sebelumnya dititipkan di tahanan Polres Tanggamus, tetapi setelah berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan YG akan dititipkan di Rutan Anak Kotaagung.
Menurutnya, dipercepatnya YG untuk segera diproses di pengadilan karena memang perintah UU Peradilan Anak. "Kita ingin prosesnya cepat selesai karena kasihan masih di bawah umur," ungkapnya.
Dia menambahkan pelimpahan berkas kali ini adalah pelimpahan berkas tahap II dengan menyertakan barang bukti dan pelaku.

YG dalam keadaan sehat, bahkan sebelum dibawa ke kejaksaan telah di lakukan pemeriksaan kesebatan terlebih dahulu. Menuurt Jaksa, YG tak sulit berkomunikasi, hanya bingung saja dan ia tahu keberadaannya di sini karena melakukan tindakan asusila. 
Menurutnya, berkas YG sudah di nyatakan lengkap dan akan segera di limpahkan ke pengadilan, sebelum 10 hari. Jaksa menambakan hukuman YG separuh lebih ringan dari dua pelaku lainnya, karena masih di bawah umur.
YG akan diproses demgan UU No.11 tahun 2012 tentang Sitem Peradilan Anak, dan akan ada beberapa kehususan dalam persudangan nanti: sidang akan dilakukan tertutup, jaksa tidak boleh memakai atribut persidangan dan tidak boleh difoto.
"Korban saat dilakukan pemeriksaan mengaku sudah melakukan hubungan dengan kakaknya sejak usia 15 tahun, awalnya sering melihat bapaknya melakukan hubungan dengan korban AG, sehingga merasa ingin mencobanya, dan ternyata ketagihan," ungkapnya.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR