JAKARTA (Lampost.co)--Taufik Rahman, Kepala Dinas Bina Marga Lamteng dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp100 juta subsuber 2 bulan kurungan.
Putusan itu dibacakan bergantian oleh  Majelis Hakim yang diketuai Muhammad Arifin dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/7/2018).
Majelis Hakim juga memerintahkan agar rekening terdakwa yang sudah diblokir Jaksa Penuntut Umum, untuk dibuka kembali. 
Menurut Majelis Hakim, Taufik terbukti secara sah dan bersalah bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. Hal yang meringankan, Taufik belum pernah menjalani hukum, sopan dalam persidangan, dan sangat menyesali perbuatannya.
Taufik menyatakan menerima putusan lama. Taufik Rahman menjadi terdakwa dalam kasus suap kepada pimpinan  DPRD Lamteng sebesar Rp8,6 miliar.
Suap diberikan atas permintaan pimpinan DPRD Lamteng untuk menandatangani dan menyetujui pinjaman daerah sebesar Rp300 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dimasukkan dalam APBD 2018.
Dana pinjaman tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan di Lamteng.
Menurut Majelis Hakim, dari fakta- fakta di persidangan perbuatan Taufik telah memenuhi semua unsur seperti unsur barang siapa, unsur pemberian  sesuatu ,  unsur dengan maksud agar PNS menyetujui.
Dalam sidang terungkap hanya Fraksi PKS yang setuju pinjaman tersebut dimasukkan dalam APBD TA  2018, sementara fraksi lain tak setuju.
Dalam upaya agar fraksi lain mau memasukkan pinjaman tersebut ke dalam  APBD, Bupati Lamteng Mustafa menyetujui permintaan uang yang diajukan pimpinan DPRD Lamteng melalui Wakil Ketua DPRD Lamteng.
Total dana yang akan diberikan ke DPRD sebesar Rp9,6 miliar. Dari dana Rp9,6 miliar ini, sebesar Rp8,6 miliar sudah diserahkan ke pimpinan DPRD Lamteng, sementara Rp1 miliar belum diserahkan karena keburu terkena OTT.
Mustafa memerintahkan terdakwa Taufik Rahman mencari uang tersebut. Total uang yang berhasil dikumpulkan Taufik sebesar Rp12 miliar.
Dari total uang ini, sebanyak Rp8,6 miliar diserahkan ke Natalis Sinaga. Dari uang  sebesar Rp8,6 miliar tersebut Natalis Sinaga mendapat Rp2 miliar, Raden Sugiri menerima Rp1,5 miliar, Bunyana menerima Rp1 miliar, Gunadi Ibrahim sebanyak Rp1,5 miliar, Ahmad Junaidi Rp1,2 miliar, Riagus Ria sebesar Rp1 miliar, dan Zainudin Rp1 miliar.
Dengan diberikannya uang tersebut, DPRD Lamteng bersedia menandatangani dan menyetujui pinjaman dari PT SMI dimasukkan dalam APBD 2018. Jika terjadi hambatan dalam pembayaran, maka pembayaran dilakukana dengan pemotongan DAU dan DAK APBD Lamteng 2018.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR