MENGGALA (Lampost.co)--Aparat Kepolisian Resor Tulangbawang masih menunggu hasil uji sample pupuk palsu yang diamankan dari ke empat pelaku beberapa waktu lalu. Kapolres Tulangbawang, AKBP Raswanto Hadiwibowo, diwakili Kasat Reskrim AKP Donny K Bara'langi, dihubungi Selasa (20/2/2018) malam, mengatakan saat ini penanganan kasus tersebut tengah menunggu hasil uji laboratorium di Bandar Lampung.

"Kita masih bersurat ke laboratorium provinsi. Masih menunggu surat kita dibalas. Dan kita masih menunggu hasil uji lab yang dilakukan," kata dia.
Menurutnya, untuk memastikan kepalsuan dan kadar yang terkandung didalam pupuk tersebut, terlebih dahulu harus dilakukan uji laboratorium. Setelah ada hasil dari uji laboratorium, lanjutnya, baru ada tindakan lebih lanjut.
"Kalau melihat kasat mata ya palsu. Tapi kan harus dipastikan dengan uji lab dulu. Setelah itu baru bisa kita kasih perkembangan lebih lanjut," kata Alumnus Akpol 2009.
Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku, imbuhnya, peredaran pupuk palsu tersebut masih di seputaran wilayah Tulangbawang. "Kalau empat pelaku ini ngakunya masih di seputaran Tulangbawang. Tetapi enggak tau kalau pengedar pupuk palsu tersebut ada jaringan lain," kata Donny.
Bupati Tulangbawang berjanji dalam waktu dekat akan memerintahkan dinas terkait untuk segera memberikan informasi dan sosialisasi bagi sejumlah petani tentang adanya peredaran pupuk palsu.



Bupati Winarti dan Ketua DPRD Tulangbawang Sopi'i, terkait soal pupuk palsu di wilayahnya. (Foto:Lampost/Ferdi Irwanda)


Ketika informasi tersebut dapat sampai ke tingkat petani, diharapkan akan lebih dapat berhati-hati dan teliti. "Kita akan berikan informasi melalui dinas pertanian adanya peredaran pupuk palsu yang dapat merugikan petani," kata dia, ditemui usai kunjungan di Kecamatan Banjarbaru, Selasa (20/2/2018).
Disinggung terkait upaya yang dilakukan dalam jangka pendek. Dirinya masih menunggu aspirasi dari lara petani. "Kita masih tunggu aspirasinya, melalui dinas terkait," ujarnya.

Winarti juga menghimbau bagi sejumlah petani agar lebih berhati-hati ketika membeli pupuk. Terlebih lagi, kata dia, petani diharapkan tidak tergiur membeli pupuk dengan harga murah, apalagi bukan di tempat pedagang resmi yang memang sudah memiliki ijin resmi.
"Murah bukan berarti kita harus segera beli. Kita harus liat dulu. Pupuk itu dijual di pedagang atau distributor resmi," kata dia.
Sementara itu ditemui di lokasi yang sama, Ketua DPRD Tulangbawang Sopi'i, menuturkan dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan dinas terkait dan jajaran kepolisian. 
"Nanti kita coba komunikasikan dulu dengan dinas maupun kepolisian untuk mengetahui imformasi sebenarnya dan perkembangannya. Siapa saja korbannya. Kita akan carikan solusi terbaik, kan tidak cukup pemerintah dengan rasa kasian saja," ujarnya.

Maryono, petani warga Kecamatan Banjarbaru, mengaku gelisah. Menurutnya dengan beredarnya pupuk palsu sangat merugikan petani. "Rugi ya pasti lah, Mas. Kalau beli pupuk palsu. Karena kan kalau pupuk palsu enggak ada zat atau vitamin yang dibutuhkan tanaman. Jadi selain rugi uang, juga dikhawatirkan kandungan pupuk palsu bisa merusak tanaman dan tanah," kata Maryono.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR