BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Terkait kasus pencurian di toko perhiasan Khairunisa Silver dan Sahabat Silver di pusat perbelanjaan Bambu Kuning, Jumat (24/11/2017) hingga korban merugi ratusan juta rupiah, Komisi II DPRD Kota Banda Lampung berencana memanggil pengelola pihak pasar tersebut, bersama dinas terkait.
Ketua Komisi II Poltak Aritonang mengatakan pemanggilan tersebut penting dilakukan, mengingat hilangnya kenyamanan dan keamanan para pedagang yang telah membayar sewa. Khawatir jika tidak dilakukan pemanggilan, pihak pengelola abai terhadap keamanan pasar ikon Kota Bandar Lampung itu.
"Kalau ada keluhan gitu, nanti kita panggil pihak ketiga pengelola pasarnya, sama dinas terkait, apalagi ini kejadiannya rugi sampe ratusan juta," ujarnya kepada lampost.co, Minggu (26/11/2017).
Menurut Poltak, pemanggilan ini juga akan dijadikan semacam preseden ke depan bagi para pengelola untuk meningkatkan secara intensif pengamanan pasar-pasar yang ada di Kota Bandar Lampung. Poin yang akan dibahas yakni, apakah penting memasang CCTV pada pasar terutama Bambu Kuning, khususnya pada blok-blok tertentu yang menjual barang dagangan dengan nilai nominal yang cukup tinggi seperti perhiasan. Kemudian, perlu dikaji juga terkait jam keamaanan pasar apakah ada batas waktu tertentu, atau 24 jam penjagaan penuh demi menjamin keamanan para pedagang yang sudah merogoh puluhan juta untuk menyewa kios di pasar-pasar tertentu.
"Segera kita panggil, liat jadwal kosong, tapi awal sebelum mempermasalahkan keamanan pasar secara umum, kita mau kaji kronologinya dulu kejadian yang di Pasar Bambu Kuning seperti apa sih, siapa yang lalai, terus jam kerja satpam itu seperti apa diklausul perjanjian dengan pedagang," kata politikus Partai NasDem itu.
Sementara itu, Kaporlesta Bandar Lampung Komisaris Murbani Budi Pitono mengatakan Unit Reskrim masih menyelidiki kasus pencurian perak tersebut. Penyidik masih mengumpulkan dan menganalisis alat bukti, seperti hasil olah TKP Inafis, keterangan korban dan saksi, guna mengidentifikasi pelaku.
"Masih kita lidik, pengumpulan alat bukti, petugas terus berupaya melakukan pengejaran," kata Murbani, Minggu (26/11/2017).
Murbani belum bisa memastikan pelaku merupakan orang dekat korban atau terkait dengan pengelola Dinas Pasar tersebut, hingga orang luar, banyak alternatif yang masih terus didalami.
"Kita belum bisa pastikan, bisa jadi pelaku memanfaatkan orang dekat atau yang kenal, atau memang pelaku spontan yang berniat dari awal, saksi-saksi sudah kita panggil, pemilik dan juga pedagang lain yang tahu informasi kejadian tersebut," kata mantan Kapolres Banyumas itu.
Secara terpisah Kabid Pasar Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Edward belum bisa dikonfirmasi, ponselnya dihubungi berkali-kali dalam keadaan tidak aktif.
Diberitakan sebelumnya, dua toko perhiasan yang berada di Bambu Kuning Trade Center dibobol pencuri, yakni Khairunisa Silver milik Zubaidah dan Sahabat Silver milik Idawati. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (23--24/11/2017), hingga kerugian yang dialami pemilik ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR