BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengamanan perkara cekcok berujung petaka, hingga pengrusakan rumah warga di Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, diambil alih oleh Polda Lampung. Sebelumnya, perkara tersebut ditangani Polres Lampung Tengah.

Namun hingga kini, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, baik akibat meninggalnya Alwi (35) warga Dusun I Kampung Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, maupun pengurasakan dan pembakaran rumah dan usaha tambal ban milik Kardi warga Dusun Kebagusan, Wates, Lampung Tengah, yang terlibat konflik dengan Alwi.



"Perkaranya kita tarik ke Polda," ujar Dirreskrimum Polda Lampung Kombespol Bobby Marpaung, saat berkunjung ke kantor Lampung Post, Kamis (6/9/2018).

Bobby menambahkan pihaknya masih belum memeriksa Kardi dan anaknya Dion, yang terlibat duel dengan Alwi. "Semua kan jatuhnya korban, bapak anak itu juga luka parah, dan masih dirawat, kalau sudah sehat atau sudah tidak kritis, kita ambil keterangan untuk mengetahui duduk perkara ini," katanya.

Polda juga masih mendalami unsur dugaan provokasi, pengrusakan, hingga pembakaran rumah milik Kardi dan Dion, yang dibakar massa, akibat Alwi yang tewas.

Duel tersebut, lantaran diduga Alwi yang hendak ganti oli kendaraan, namun tidak memiliki uang dan menggadaikan STNK. Namun ia marah dan terjadi percekcokan, hingga hendak menebas Dion dan Kardi pun menolong anaknya, dan menimpuk korban hingga tewas. Kardi dan anaknya pun mengalami luka berat, lantaran dibacok Alwi.

"Saya baru dapat informasi, kalau hari ini laporannya terkait pembakaran rumah, masih kita Lidik, dan periksa saksi-saksi," katanya.

Dilain pihak upaya pencegahan konflik susulan, dan perdamaian antar warga terus diusahakan, dan pengamanan dilokasi tersebut terus berjalan oleh gabungan TNI Polri.

"Kemarin kita juga sudah lakukan mediasi, pertemuan masing-masing pihak. Ini kan berawal dari kesalahpahaman dan antar keduanya masih bertetangga," kata Wakapolda.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR