SUKADANA (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur bergerak cepat menyikapi kejadian sekitar 90 santri yang dirawat karena diduga keracunan makanan. Selain memerintahkan jajaran Puskesmas untuk terus berjaga-jaga, pihaknya juga sudah mengirimkan sampel makanan yang sempat disantap para santri saat berbuka puasa pada Senin (18/2). 

"Sampel makanan seperti nasi, sambal, dan sayur bayam sudah kami kirimkan untuk diperiksa ke laboratorium di Bandar lampung,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Lamtim, Nur  Syamsu, kepada lampost.co, Rabu (20/2/2019).



Baca juga: Puluhan Santri di Lamtim Diduga Keracunan Makanan Usai Buka Puasa Bersama

Menurutnya, sampel makanan itu dikirim untuk diperiksa di laboratorium, guna mengetahui dan memastikan apakah sample makanan yang dikirim memang merupakan penyebab para santri mengalami muntah, pusing kepala dan harus menjalani perawatan. 

"Sampai hari ini kami masih menunggu hasilnya,” kata Nur Syamsu.

Selain mengirimkan sampel makanan lanjutnya, pihaknya juga sudah memerintahkan jajaran Puskesmas terdekat seperti Mataram Baru dan Bandar Sribahwono, untuk terus berjaga dan intensif menangani persoalan tersebut.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR