PRINGSEWU (Lampost.co) -- Jaksa penuntut umum dalam kasus inses dengan terdakwa Jiman dan Samsi, menuntut hukuman penjara selama 20 tahun dan denda Rp100 juta. Tuntutan Jaksa itu terungkap dalam persidangan yang berlangsung Kamis (8/8/2019) di Pengadilan Negeri Kota Agung.

Jaksa dari Kejari Pringsewu Median Suwardi dan Alfa Dera, menyatakan tuntutan dilakukan dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Farid Zumhana. Sidang dengan menghadirkan kedua terdakwa juga di dampingi penasehat hukum Ok Armed. 



Media Suwardi, selaku Kasi Intel Kejari Pringsewu yang juga selaku Jaksa menyatakan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan yakni Jiman bin Tirtorejo dan terdakwa Samsi Bin Jiman melakukan perbuatan pidana memaksa melakukan persetubuhan terhadap anak yang dilakukan secara berlanjut sebagaimana surat dakwaan kesatu Pasal 76 D jo Pasal 81 Ayat (3) Undang-undang Republik 
Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menyatakan terbukti sah dan meyakinkan terdakwa Jiman bin Tirtorejo dan terdakwa Samsi Bin Jiman melakukan perbuatan pidana melakukan kekerasan seksual," kata Jaksa.

Dia menambahkan tindak kejahatan itu dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkungan rumah tangga secara berlanjut sebagaimana surat dakwaan Kedua Pasal 8 huruf a Jo Pasal 46 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

"Atas dasar itu, jaksa menuntut dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jiman bin Tirtorejo dan terdakwa Samsi Bin Jiman, masing-masing berupa pidana penjara selama 20 tahun penjara dan denda  Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan," ujar Jaksa dalam dakwaanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR