LIWA (Lampost.co) -- Warga Lambar yang memelihara hewan penular rabies yaitu anjing dan kucing diimbau agar rutin memvaksin anjing atau kucing miliknya.

Hal itu disampaikan oleh Dinas Kesehatan dengan alasan, sejak Januari hingga Juni lalu, Dinas Kesehatan Lampung Barat mencatat terdapat 53 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) terhadap manusia yang tersebar di wilayah itu. Namun beruntung 53 kasus GHPR yang ditemukan tersebut masih bersifat gigitan biasa yaitu bukan positif rabies.



Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Lampung Barat Suhendrawati mendampingi Kadis Paijo, Minggu (8/7/2018),  mengatakan jumlah itu diketahui berdasarkan laporan dari seluruh Puskesmas terhadap pasien yang datang untuk meminta pemberian obat anti rabies.

"Meskipun belum tentu rabies karena anjingnya kabur atau tidak jelas tapi kalau sudah digigit anjing, masyarakat pasti khawatir dan minta disuntik vaksin," kata Hendrawati.

Hasil rekapitulasi dari seluruh Puskesmas anjutnya, kasus GHPR yang terbanyak yaitu di Kecamatan Balikbukit dengan jumlahnya mencapai 25 kasus. Kemudian Sumberjaya terbanyak kedua yakni mencapai 15 kasus. Sisanya Kecamatan Sukau 2 kasua, Kecamatan Batuketulis 1 kasus, Kecamatan Sekincau 1 kasus Kecamatan Batubrak 3 kasus, Kecamatan Lumbokseminung 3 kasus dan Kecamatan Kebuntebu 1 kasus.

Kasus GHPR di Lambar ini umumnya adalah gigitan anjing yang disebabkan populasi anjing cukup tinggi terutama berada pada daerah pedesaan. Kendati jumlah itu cukup tinggi yakni mencapai 53 kasus namun itu dapat dipastikan belum positif rabies.

Tingginya kasus GHPR itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang memelihara hewan seperti anjing, kucing dan lain sebagainya agar memvaksin binatang peliharaanya masing-masing. Selain pemberian vaksin, hewan peliharaan khususnya anjing tidak boleh diliarkan. Kemudian anak-anak juga diimbau untuk tidak mengganggu atau mendekati hewan yang bukan peliharaanya sendiri. Sebab hewan akan menggigit jika merasa dirinya terancam.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR