BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung, mengaku belum mendapatkan tembusan soal rekayasa lalu lintas di dua flyover yakni Pramuka--Imbakusma, dan Kemiling Cik Ditiro.

Dirlantas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin melalui, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Lampung, AKBP Brian Benteng, mengatakan sebenarnya sudah sering forum Lalu Lintas terpadu mengingatkan Pemkot Bandar Lampung pada kesempatan rapat-rapat sebelumnya, bahwa pengambilan kebijakan, termasuk rekaya lalu lintas, tidak bisa dilakukan secara parsial.
"Di dalam pasal 5 PP Nomor 32 tahun 2011 tentang manajemen dan rekayasa, analisis dan dampak, serta manajemen kebutuhan lalu lintas, semua pihak harus saling sinergis. Rapat forum mungkin udah, sama Satlantas Polresta juga, tapi tembusannya enggak masuk ke Ditlantas Polda Lampung," ujarnya saat dihubungi Lampost.co, Senin (9/4/2018).
Namun ia menyebutkan kalau memang Pemkot Bandar Lampung telah mengantungi andalalin, dari Kementrian Perhubungan, pada dua flyover tersebut.
Sementara disinggung soal potensi lakalantas dari manajemen rekayasa lalu lintas di dua flyover tersebut, Brian tak bisa memastikan apakah keduanya memang memiliki potensi kecelakaan.
Pertama pemberlakuan one way (satu arah) di flyover Pramuka, butuh penilaian spesifik dari ahli transportasi.
"Jadi dari kemiringannya, kontur jalan itu ada ahlinya, kalau saya sebut bahaya enggak bisa juga. Makanya Forum Lalulintas itu kan ada ahli juga di dalamnya," katanya.
Untuk flyover Kemiling, menurut Brian, juga harus mendapat penilaian rinci dari para ahli. Namun kondisi flyover tersebut juga cukup rumit, karena usai turunan langsung ada U-turn untuk pengendara yang akan belok ke kiri, dan butuh kajian secara spesifik penentuan titiknya.
"Kalau idealnya, kan dari U-turn itu jarakanya 500 meter, tapi lihat kondisi jalan sih," katanya.
Ia akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak terkait, agar manajemen Rekayasa lalu lintas yang diambil benar-benar ideal.
Sementara pada pengatur lalu lintas secara teknis di dua flyover tersebut, Satlantas Polresta Bandar Lampung untuk sementara, mengambil dua kebijakan jangka pendek.
Di flyover Pramuka, pemberlakuan one way (satu arah) diberlakukan karena kondisi jalan Menyempit, dikhawatirkan kalau dibuka dua arah, kendaraan akan bersinggungan.
"Sementara pengendara yang masih lawan arus kita ingatkan, bulan ini preventif, kalau masih dilanggar kita tilang," kata Kasatlantas Polresta Bandar Lampung Kompol  S. Nanda Mega.
Terkait flyover Kemiling, pihaknya segera menghimbau dinas terkait agar memasang rambu-rambu yang jelas, dan median jalan juga harus berbentuk permanen. "Yang median jalan, itu harus dibuat permanen, biar enggak dibongkar pengendara iseng," kata mantan Kasatlantas Polres Mesuji itu.



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR