BANDAR LAMPUNG (Lampsot.co) -- Kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis semakin tinggi. Gaya hidup yang serbainstan, mulai dari makanan hingga aktivitas fisik, menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Salah satu profesi yang sangat dibutuhkan untuk mengobati dan mendampingi pasien hingga sehat adalah perawat. Sebagai mitra dokter, kehadiran perawat berperan penting dalam proses pemulihan pasien.
Berkarier sebagai perawat kini sangat menjanjikan. Peluang kerja yang terbuka luas, memungkinkan perawat mengembangkan diri dalam menjaga kesehatan masyarakat. Bukan hanya itu, perawat juga bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah dari jasanya.
Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung Dedi Afrizal mengatakan jumlah perawat di Lampung hingga 2016 sekitar 13 ribu orang. "Itu seluruh perawat yang terdaftar di PPNI Lampung," kata Dedi usai talk show di Radio SAI, grup Lampung Post, beberapa waktu lalu.
Menurut Dedi, rasio ideal perawat dengan pasien di RS adalah 1:1. "Ketersediaan tenaga perawat seharusnya sama dengan jumlah tempat tidur di RS," ujarnya. Sayangnya, rasio tersebut belum terpenuhi. Bahkan terjadi kelangkaan tenaga perawat di pelosok.

Praktik Mandiri



Dedi menyebutkan pertambahan perawat tinggi setiap tahun sekitar 1.100 hingga 1.300 orang. Meski moratorium CPNS masih berlangsung, prospek kerja tenaga perawat masih menjanjikan.
"Perawat jangan hanya menunggu rekrutmen CPNS. Perawat bisa membuka praktik mandiri," ujarnya. Kebutuhan layanan kesehatan yang dinamis menjadi kesempatan perawat untuk mengabdi melalui institusi kesehatan seperti RS dan klinik, tapi juga membuka layanan praktik kesehatan mandiri.
"Perawat harus memiliki jiwa wirausaha yang mampu memanfaatkan kebutuhan masyarakat sebagai kesempatan mengembangkan karier," kata Dedi.
UU No. 38 Tahun 2014 Pasal 18 menyebutkan perawat yang menjalankan praktik keperawatan wajib memiliki surat tanda registrasi (STR) yang berlaku selama 5 tahun. STR Diperoleh setelah perawat lulus uji kompetensi.
Dedi mengklaim dari 13 ribu jumlah perawat, sekitar 9.000 di antaranya sudah mengantongi STR. STR menjadi salah satu syarat mendapatkan surat izin praktik  perawat (SIIP). "Dengan praktik mandiri, perawat bisa membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.
Praktik keperawatan mandiri dilindungi UU No. 38 Tahun 2014. Dalam UU tersebut perawat memberikan asuhan keperawatan, yang terdiri dari rangkaian interaksi perawat dengan pasien dan lingkungan.
Dedi menyebutkan sejumlah layanan yang bisa dibuka secara mandiri antara lain home care, perawatan luka modern, perawatan jiwa, dan emergency care.
Selain itu, PPNI Lampung juga sedang berupaya merealisasikan program 1 desa 1 perawat. Tujuannya untuk pemerataan tenaga perawat hingga pelosok.
Dengan begitu prospek karier sebagai perawat cukup cemerlang. "Melalui sebaran tenaga perawat, upaya promotif dan preventif semakin efektif guna mengimplementasikan gerakan masyarakat hidup sehat," ujar Dedi. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR