BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)  -- Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono mempersilakan dan meminta korban pemukulan sopir angkot jurusan Rajabasa-Tanjung Karang kembali melapor ke Mapolresta Bandar Lampung.
Murbani juga memastikan akan mengecek informasi terkait korban yang merupakan pengemudi taksi online yang melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), namun tidak ditanggapi petugas yang berjaga Sabtu (16/9/2017) lalu.
"Kami akan segera cek peristiwa itu, kalau ada unsur pidananya pasti kita proses dan tangani dengan prosedur," ungkapnya.
Menurut Kapolresta, setiap pengaduan dan laporan masyarakat yang masuk ke Polresta selalu diterima dan merupakan kewajiban dari aparat. "Laporannya juga kita cek kembali dan kami pastikan masyarakat terlayani," kata mantan Kapolres Banyumas itu.
Terkait adannya mogok yang dilakukan transportasi konvensional, Polresta Bandar Lampung siap membantu masyarakat yang telantar ketika hendak bepergian, bekerja, maupun bersekolah.
"Setiap Polsek kita berdayakan kendaraan di Polresta juga mobil Sabhara, Dalmas dan lain-lain, kayak tadi pagi, dan kalau ada mogok pasti kita siap," katanya.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyo juga menginstruksikan korban segera kembali datang melapor kemudian segera ditindaklanjuti.
"Silakan datang lagi ke SPK, atau enggak ke saya, kita segera tangani, tapi pasti SPK nerima semua laporan kok," kata Harto.
Sebelumnya sopir transportasi online, Grab Car mengeluhkan aksi pemukulan yang dilakukan sopir angkot jurusan Rajabasa-Tanjungkarang di halte jalur dua Way Halim, Mal Boemi Kedaton, Sabtu (16/9/2017).
Ichan (30), mengatakan mobil yang dikendarainya lecet setelah dipukul oknum kernet dan sopir angkot tersebut. Ia juga mengalami kekerasan fisik terkena pukulan sang kernet angkot. Menurut dia, angkot berwarna biru langit tersebut, tidak memasang nomor polisi, tetapi terdapat nomor urut dengan angka 56 yang tertempel pada bodi kendaraan umum tersebut.
 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR