BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)— Kendaraan pengangkut batu bara dengan tonase lebih yang melintasi Kabupaten Way Kanan akan mendapat tindakan tegas. Selain memberikan tilang, beban angkutannya pun akan dikurangi. "Kalau masih ada yang melanggar, catat nomor polisi (pelat) truknya dan kasih tahu kepada saya," ujar Kapolda Irjen Suroso Hadi Siswoyo saat diwawancarai di Mapolda Lampung, Rabu (13/9/2017).
Dia juga telah memerintahkan aparat di Polres Way Kanan untuk menilang truk muatan sumber daya alam (SDA) tersebut yang masih melebihi tonase. Ia juga memerintahkan menyetop truk-truk yang masih melanggar dan mengurangi beban muatan. "Kami segera tertibkan dan sudah ditilang. Tapi, kalau masih melebihi muatan, kami kurangi beban muatannya. Fleksibel saja, sesuai dengan keadaan di lapangan," kata mantan Dirintelkam Polda Lampung itu.
Kapolda menambahkan permasalahan ini harus disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Lampung selaku pemangku kebijakan, supaya ada keputusan yang mengikat dan tidak dilanggar lagi para pengangkut batu bara. Pemprov juga diminta menyediakan fasilitas seperti jembatan timbang atau kantong parkir untuk menghentikan dan mengurangi beban tonase untuk kendaraan yang masih melanggar kesepakatan.
"Kendala selama ini, ya itu, enggak ada jembatan timbang. Harusnya ada. Ini jadi evaluasi kita bersama supaya bisa terukur itu muatan truk-truk agar tidak melebihi kapasitas," kata Irjen Suroso.

 

PENULIS

Asrul Septian Malik

TAGS


KOMENTAR