BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo mengklaim kasus kriminal di Bumi Ruwa Jurai menurun di minggu ke tiga sebesar 39,70 persen dibanding minggu ke dua November 2017. Hal itu disampaikan Kapolda dalam ekspos di Markas Komando Polda Lampung, Senin (13/11/2017).

Jumlah penurunan tersebut disimpulkan berdasarkan hasil ungkap kasus kriminal antara minggu ke dua sebanyak 41 kasus dan minggu ke tiga 27 kasus.



Adapun kasus yang terjadi di wilayah hukum Polda Lampung yakni curas 10 kasus dengan 9 tersangka, curat 5 kasus dengan 7 tersangka, curanmor 10 kasus dengan 8 tersangka, senpi dan penganiayaan berat (anirat) masing-masing satu kasus satu tersangka.

Barang bukti yakni satu unit mobil, 13 unit motor, sepucuk senpi berikut empat butir amunisi, dua bilah senjata tajam, dan dua kunci letter T.

Dari 26 jumlah tersangka beberapa diantaranya adalah anak dibawah umur. Setidaknya ada empat tersangka dibawah umur yang dihadirkan dalam ekspos tersebut. Mereka adalah pelaku jambret yang bermodalkan senjata tajam.

Berdasarkan kejadian di Bandar Lampung baru baru ini setidaknya ada beberapa kasus jambret, yang terakhir di wilayah Kemiling, beberapa hari lalu, serta yang diungkap oleh Polresta Bandar Lampung beberapa waktu lalu yang pelakunya adalah anak dibawah umur.

Ironisnya penjambretan itu dilakukan karena para tersangka membutuhkan uang untuk gaya hidup dan berfoya-foya dengan kekasihnya.

Menanggapi maraknya penjambretan itu, Kapolda menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan partoli jam rawan. "Direktur Binmas kerahkan Sabharanya untuk melakukan patroli, dilihat crime clock nya," kata Kapolda.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR