BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kapolda Lampung Irjenpol Suntana berjanji, untuk memaparkan status 4 terduga jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diamankan Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Lampung, dan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

"Apa bila sudah proses 7 x 24 jam, akan kita berikan informasi statusnya," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu (12/8/2018) di Novotel.



Menurut Suntana, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada empat terduga tersebut. Pemeriksaan seputar peran dan keterkaitan mereka. "Keempatnya terduga JAD," Kata mantan Wakapolda Metrojaya itu.

Diberitakan sebelumnya, Dalam kurun waktu 2 hari 7 - 8 Agustus 2018, setidaknya Polda Lampung telah mengamankan empat terduga jaringan JAD.

Pertama DS diamankan di kediamannya di Dusun 1, Poncowarno, Kalirejo, Lampung Tengah (Lamteng) sekitar pukul 15.50. Terduga anggota JAD tersebut kini diamankan di Polda Lampung

Sementara itu, NR juga dijemput Densus 88 di kediamannya di Jalan Ir Sutami, Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampungudik, Lampung Timur (Lamtim). Sejumlah anggota Densus 88 tersebut datang sekitar pukul 14.35.

Lalu sekitar pukul 18.00 Densus Antiteror bersama anggota Polda Lampung juga mengamankan seorang pria berinisial AD di RT 09 RW 2 Jalan Raden Saleh, Desa Way Huwi, Jatiagung, Lampung Selatan.

Terakhir, sekitar pukul 17.30 WIB, atas nama BR (40), terduga teroris diamankan oleh Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, di Dusun Sinargunung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Lampung.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR